Bursa Saham Inggris Naik 0,55%
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)
London: Bursa saham Inggris naik pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 naik 0,55 persen atau 39,82 poin menjadi ditutup pada 7.313,36 poin. Di sisi lain, Pemerintah Inggris terus berupaya mencapai kesepakatan yang memberikan keuntungan di tengah keputusan Brexit.

Mengutip Xinhua, Kamis, 13 September 2018, British American Tobacco, perusahaan tembakau multinasional Inggris, melonjak 5,87 persen dan merupakan pemenang tertinggi di saham unggulan. Merek Imperial dan Glencore meningkat masing-masing 3,18 persen dan 2,86 persen.

SSE, perusahaan energi Skotlandia, adalah pemain terburuk di saham unggulan, dengan sahamnya kehilangan 8,28 persen. Centrica, perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris, turun 3,61 persen. Ocado Group, pengecer belanja online, turun sebanyak 2,30 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,86 poin atau 0,11 persen menjadi 25.998,92. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 1,03 poin atau 0,04 persen menjadi 2.888,92. Indeks Nasdaq Composite turun 18,24 poin atau 0,23 persen menjadi 7.954,23.

Saham Boeing dan Caterpillar, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing naik 2,36 persen dan 1,58 persen pada penutupan. Saham Apple berakhir 1,24 persen lebih rendah. Raksasa teknologi AS meluncurkan iPhone terbaru dan jam tangan baru bernama Apple Watch Series 4 pada Rabu.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham telekomunikasi dan konsumen memimpin kenaikan. Sektor teknologi turun 0,5 persen. Saham beberapa produsen cip AS ditarik kembali. Saham Micron Technology dan Lam Research turun masing-masing 4,27 persen dan 3,24 persen pada penutupan pasar.

Pada data ekonomi, Indeks Harga Produsen AS turun 0,1 persen pada Agustus, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Indeks permintaan akhir naik 2,8 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Agustus. Penurunan Agustus dalam indeks permintaan akhir terutama disebabkan oleh penurunan harga untuk layanan permintaan akhir, kata laporan itu.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id