"Dalam hal Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan dengan inflasi, pertumbuhan mencerminkan peningkatan 0,1 persen dari kuartal sebelumnya," ungkap Kantor Kabinet Jepang, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 16 November 2019.
Pembacaan yang diungkapkan Pemerintah Jepang lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan para ekonom dan melambat dari revisi sebesar 1,8 persen pada kuartal sebelumnya. Komponen terbesar dari ekonomi Jepang, konsumsi swasta, yang menyumbang sekitar 60 persen dari ekonomi Jepang, meningkat 0,4 persen dari kuartal sebelumnya.
Kenaikan pajak konsumsi Jepang menjadi 10 persen dari delapan persen pada 1 Oktober, melihat lonjakan permintaan terakhir dari konsumen, dengan beberapa orang membeli barang-barang yang cukup besar seperti lemari es dan pendingin udara sebelum adanya kenaikan itu.
Pengeluaran modal, barometer lain permintaan domestik, naik 0,9 persen dalam periode pencatatan, sementara investasi publik naik 0,8 persen. Skspor turun 0,7 persen dari kuartal sebelumnya. Tidak disesuaikan untuk perubahan harga, ekonomi Jepang tumbuh 1,2 persen secara tahunan, dan triwulanan 0,3 persen, Kantor Kabinet mengatakan.
Sebelumnya, bank sentral Jepang yakni Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya pada akhir pertemuan pengaturan kebijakan dua hari. Langkah itu diambil dengan catatan bank sentral Jepang siap memangkas suku bunga acuan jika diperlukan.
Adapun bank sentral Jepang mengambil sikap tidak mengubah kebijakan moneter juga dengan harapan bisa menjaga target inflasi. "BoJ harap suku bunga jangka pendek dan jangka panjang tetap di level saat ini atau lebih rendah selama ada kemungkinan menuju tujuan inflasi dua persen," kata BoJ.
Dalam pertemuan itu, BoJ menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun mendatang yang menunjukkan adanya langkah-langkah stimulus lebih lanjut. Dalam hal prospek bisnis bank, BoJ memangkas perkiraan inflasi untuk tahun fiskal 2019 hingga Maret menjadi 0,7 persen dari perkiraan 1,0 persen pada Juli lalu.
Bank sentral Jepang juga menurunkan perkiraan inflasi untuk tahun fiskal 2020 menjadi 1,1 persen dan 2021 menjadi 1,5 persen, dari perkiraan sebelumnya masing-masing 1,3 persen dan 1,6 persen. Pada akhir pertemuan dua hari, Dewan Kebijakan BoJ memilih untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News