Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva. FOTO: AFP
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva. FOTO: AFP

Efek Perang Dagang ke Ekonomi Dunia

Ekonomi ekonomi dunia ekonomi global Perang dagang
Angga Bratadharma • 19 Oktober 2019 14:03
New York: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgiva menilai implikasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dapat mengurangi perekonomian dunia atau setara ekonomi Swiss. Tentu ada harapan agar perang dagang yang sedang berkecamuk bisa segera dihentikan demi kepentingan bersama.
 
"Pada 2020, tarif yang sudah diberlakukan atau diumumkan akan menyusutkan Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar 0,8 persen. Itu setara dengan seluruh ekonomi Swiss," kata Georgieva, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 19 Oktober 2019.
 
AS dan Tiongkok telah terjerat dalam perang dagang selama lebih dari 18 bulan, dengan dua ekonomi terbesar dunia terlibat dalam banyak putaran pembicaraan dan menampar tarif miliaran dolar dari barang masing-masing. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua negara telah mencapai kesepakatan fase satu yang sangat substansial.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi keraguan tetap ada karena rinciannya belum diumumkan atau ditandatangani. "Ketertarikan pada kesepakatan dimotivasi oleh tujuan yang sangat sederhana dan umum, (itu) bermanfaat bagi ekonomi kedua negara. Tiongkok lebih terbuka terhadap AS dan lebih bergantung pada hubungan perdagangan dengan AS, tetapi juga negatif untuk AS," kata Georgieva.
 
Di sisi lain, Tiongkok dan Amerika Serikat mencapai kemajuan besar di berbagai bidang setelah mengadakan putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi pada Kamis dan Jumat waktu setempat di Washington.
 
Konsensus ini penting dicapai antara kepala negara kedua negara. Kedua tim negosiasi telah melakukan diskusi yang jujur, efisien, dan konstruktif tentang masalah ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama.
 
Kedua belah pihak pun mencapai kemajuan substansial di beberapa bidang-bidang termasuk pertanian, perlindungan hak kekayaan intelektual, nilai tukar, jasa keuangan, perluasan kerja sama perdagangan, alih teknologi dan penyelesaian sengketa.
 
Selain itu, AS dan Tiongkok juga membahas pengaturan pertemuan masalah dagang di masa depan, dan sepakat untuk melakukan upaya bersama sehingga akhirnya mencapai kesepakatan. Delegasi Tiongkok dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, yang juga anggota Biro Politik Partai Komunis Komite Sentral Tiongkok.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif