Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Kekhawatiran di Pasar Minyak Berkurang, Harga Melonjak

Ekonomi minyak mentah
04 Juli 2019 08:03
New York: Harga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), menjelang liburan Hari Kemerdekaan AS, setelah turun tajam sehari sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena data terbaru mengurangi kekhawatiran investor atas kelebihan pasokan.
 
Mengutip Antara, Kamis, 4 Juli 2019, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Agustus naik USD1,09 atau 1,9 persen menjadi USD57,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD1,42 atau 2,3 persen menjadi USD63,82 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sehari sebelumnya harga minyak jatuh lebih dari empat persen, setelah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global melebihi keputusan OPEC dan sekutunya untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah. Untuk pekan yang berakhir 28 Juni, persediaan minyak mentah komersial AS turun 1,1 juta barel dari minggu sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penguatan di pasar ekuitas AS dan data yang menunjukkan perusahaan energi AS minggu ini mengurangi jumlah anjungan (rig) minyak yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, juga membantu mendukung harga minyak.
 
Masing-masing indeks saham utama AS berakhir pada rekor penutupan tertinggi, karena meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil kebijakan yang lebih dovish menyusul serangkaian data yang memberikan lebih banyak bukti ekonomi melambat.
 
Pengebor minyak AS memotong lima rig minyak dalam pekan yang berakhir 3 Juli, sehingga jumlah totalnya turun menjadi 788 rig, kata perusahaan jasa energi General Electric Co. Baker Hughes dalam laporannya yang diawasi dengan cermat. Rekor produksi minyak mentah AS telah menekan harga selama setahun terakhir.
 
Pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), kedua harga acuan minyak mentah jatuh lebih dari empat persen di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Keuntungan berkurang setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS hanya turun 1,1 juta barel dalam minggu terakhir, jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan analis.
 
“Pasar kecewa dengan penarikan persediaan minyak mentah yang sangat kecil. Satu-satunya tanda kekuatan di pasar adalah penurunan persediaan bensin yang berkelanjutan,” kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow, di Houston.
 
Bensin berjangka AS memimpin kompleks energi, naik sekitar 2,5 persen menjadi USD1,9167 per galon. "Kami mengalami koreksi yang cukup tajam kemarin, jadi setelah itu sedikit rebound seperti yang diharapkan. Secara global, pasar mengkhawatirkan potensi pelemahan pertumbuhan permintaan minyak," kata Olivier Jakob dari Petromatrix Consultancy.
 
Volume perdagangan melemah menjelang liburan Empat Juli AS pada Kamis. Sekitar 573.076 lot kontrak berjangka minyak mentah AS untuk bulan depan diperdagangkan pada pukul 14.45 (18.45 GMT), sekitar 65,2 persen dari volume sesi sebelumnya.
 
Pada Selasa waktu setempat, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain seperti Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memperpanjang pengurangan pasokan minyak hingga Maret 2020.
 
"Memperpanjang pemotongan enam atau sembilan bulan, tidak masalah jika levelnya tetap sama. Jika Anda benar-benar ingin menargetkan level stok, Anda akan perlu pemangkasan yang lebih dalam, tetapi Arab Saudi telah melampaui target pemangkasannya," pungkas Jakob.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif