Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Surut

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 12 September 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia turun pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah ada laporan yang mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas pelonggaran sanksi terhadap Iran. Kondisi itu mau tidak mau memberikan efek tersendiri terhadap meredanya ketegangan dan memengaruhi harga minyak.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 12 September 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD1,65 menjadi USD55,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD1,57 menjadi USD60,81 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara itu, Trump sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran guna mengatur pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, menurut Bloomberg. Analis mengatakan berita itu membebani pasar minyak karena berpotensi meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta akan menempatkan lebih banyak minyak di pasar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi karena investor mencerna serangkaian data terbaru, dan saham Apple yang kuat berkontribusi terhadap kenaikan pergerakan pasar saham harian.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 227,61 poin atau 0,85 persen menjadi 27.137,04. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 21,54 poin atau 0,72 persen menjadi 3.000,93. Indeks Komposit Nasdaq menguat 85,52 poin atau 1,06 persen menjadi 8.169,68.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones memperpanjang kenaikan di sekitar penutupan pasar. Saham Apple naik 3,18 persen, menjadi kinerja terbaik kedua dalam penghitungan. Adapun investor terus berharap sejumlah saham di Dow Jones bisa terus menguat di masa mendatang.
 
Apple tetap dalam sorotan lantaran memperpanjang kenaikan sahamnya sejak Selasa sore, usai raksasa teknologi itu meluncurkan produk andalan terbarunya, termasuk generasi baru iPhone, iPad, dan jam tangan Apple.
 
Sedangkan sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan dan teknologi informasi keduanya naik 1,01 persen, memimpin para pemenang. Namun sektor real estat mencatat penurunan 0,32 persen, satu-satunya yang kalah dalam penghitungan.
 
Saham RH naik 5,08 persen, setelah pengecer perabot rumah AS melaporkan laba yang lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal kedua. Perusahaan juga menaikkan prospeknya untuk tahun fiskal 2020.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif