Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Perang Dagang Membebani Pembeli Rumah Asal Tiongkok di AS

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
29 Juni 2019 13:02
New York: Pembeli rumah asal Tiongkok tahun lalu tercatat jauh lebih sedikit di Amerika Serikat (AS). Hal itu terjadi karena perang perdagangan terus meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia. Ketika Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping bersiap untuk bertemu minggu ini, ada kekhawatiran bahwa penurunan dapat meluas lebih jauh.
 
Penjualan properti AS ke pembeli Tiongkok mengalami penurunan empat persen dari 2017 hingga 2018, menurut angka yang disediakan oleh Juwai.com, situs penjualan properti asing terbesar di Tiongkok. Kondisi ini bisa kian parah jika hubungan dagang antara AS dan Tiongkok terus memburuk di masa mendatang.
 
"Hubungan perdagangan yang memburuk antara Tiongkok dan AS dapat menyebabkan investor Tiongkok mengalihkan kehadiran mereka ke pasar-pasar utama lainnya," kata konsultan properti Knight Frank dalam sebuah laporan, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 29 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disarankan bahwa investasi dapat pergi ke kota-kota besar di Australia, Jepang, dan Inggris, menurut Laporan Kekayaan 2019 perusahaan. Bisnis properti Amerika Serikat telah berjuang dengan investor internasional. Semua pengeluaran asing untuk rumah di AS turun 25 persen pada 2018, menurut Juwai.com.
 
Rumah AS telah lama menjadi favorit di antara pembeli properti asing Tiongkok. Tapi semakin berkurang di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan kontrol ketat investasi Tiongkok yang meninggalkan negara itu.
 
"Karena perang perdagangan antara Washington dan Beijing telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Permintaan pembeli Tiongkok untuk properti AS turun di empat dari lima kuartal terakhir," kata CEO Juwai.com Carrie Law.
 
"Pada kuartal pertama (2019), permintaan pembeli Tiongkok tentang properti AS turun 27,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, mereka berada di Kanada, Inggris, Australia, dan Jepang, yang semuanya sering dianggap sebagai tujuan alternatif dari Amerika Serikat," tambahnya.
 
Tetapi perang dagang bukan satu-satunya faktor pendorong penurunan tersebut. Peringatan resmi tentang perjalanan berwisata ke Amerika Serikat oleh Tiongkok kemungkinan juga menekan industri properti AS untuk pembelian rumah Tiongkok.
 
"Peringatan perjalanan adalah bagian dari keseluruhan lingkungan negatif antara kedua negara yang membuat pembeli properti Tiongkok tidak mau berinvestasi di AS," pungkas Law.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif