OPEC Mendekati Kesepakatan Produksi Minyak
Ilustrasi (JOE KLAMAR/AFP)
Wina: Negara-negara penghasil minyak sepertinya semakin mendekati kesepakatan produksi pada pertemuan di Wina, sejalan dengan keinginan adanya stabilitas harga di pasar minyak. Bahkan, hal itu dinilai terjadi ketika ketegangan geopolitik dan kepentingan yang saling bersaing mengancam serta merusak aliansi eksportir minyak mentah.

Para menteri energi dijadwalkan berkumpul di ibu kota Austria pada pekan ini untuk menentukan masa depan perjanjian OPEC yang berusia 18 bulan dengan Rusia dan produsen lain untuk membatasi produksi minyak. Strategi ini tidak ditampik telah mengecilkan kekenyangan minyak mentah global.

Mengutip CNBC, Kamis, 21 Juni 2018, akan tetapi dengan harga minyak baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 3,5 tahun, para produsen mencoba untuk mencapai konsensus tentang mengurangi hasil produksi untuk mencegah pasar dari overheating. Dengan harapan harga minyak tidak kembali turun.

Arab Saudi dan Rusia, yang keduanya memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi, sedang mendorong kenaikan produksi yang substansial. Sementara itu, negara-negara tanpa kapasitas cadangan termasuk Irak, Iran, dan Venezuela mulai melobi untuk menjaga batas suplai.



"Tampaknya ada konsensus seputar mempermainkan situasi ini untuk mendapatkan lebih banyak minyak di pasar, tetapi juga memungkinkan untuk Iran secara khusus menyelamatkan muka dan mematuhi kesepakatan sampai akhir tahun," ungkap Again Capital Founding Partner John Kilduff.

Keretakan telah memicu spekulasi bahwa tahun ini bisa terlihat pengulangan krisis saat Juni 2011, yang berakhir tanpa kesepakatan. Tetapi setelah satu hari komentar dari para menteri perminyakan, para analis mengatakan ada lebih banyak optimisme bahwa kartel akan mencapai kesepakatan sebelum bertemu secara resmi pada Jumat.

Wakil Ketua IHS Markit sekaligus Pengamat OPEC Daniel Yergin yakin prospek untuk mencapai kesepakatan telah membaik sejak Selasa kemarin. "Mereka tampaknya sedang menuju kesepakatan baru yang akan menempatkan lebih banyak minyak di pasar," tutur Yergin.

Pada Selasa lalu, Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh meragukan OPEC dapat mencapai kesepakatan pada minggu ini. Ia juga menyinggung sekutu Arab Saudi yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengenakan sanksi terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela. Langkah itu bisa mengirim harga minyak lebih tinggi.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id