Harga Minyak Turun Akibat Kekhawatiran Meningkatnya Pasokan

09 Juni 2018 09:01 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Turun Akibat Kekhawatiran Meningkatnya Pasokan
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pelemahan terjadi karena kekhawatiran terhadap melonjaknya produksi Amerika Serikat (AS) dan turunnya permintaan di Tiongkok sehingga membebani kontrak dan JP Morgan memangkas proyeksi harganya.

Mengutip Antara, Sabtu, 9 Juni 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, turun 21 sen AS menjadi menetap di USD65,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, turun 86 sen AS menjadi ditutup pada USD76,46 per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk minggu ini, Brent telah turun 0,5 persen, sementara minyak mentah AS atau WTI tergelincir 0,3 persen. Dalam tiga minggu terakhir, harga minyak telah menurun dari level tertinggi dalam tiga tahun karena pasar telah bersaing terhadap kekhawatiran pasokan.

Para hedge fund dan manajer uang lainnya memangkas taruhan bullish mereka pada kontrak berjangka minyak mentah AS dalam pekan yang berakhir 5 Juni, lapor Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC).



JP Morgan memangkas proyeksi harga minyak mentah 2018 untuk WTI sebesar USD menjadi USD62,20 per barel. Bank tersebut mengatakan ketegangan geopolitik dan risiko-risiko gangguan pasokan yang berlarut-larut dapat mendorong harga lebih tinggi selama paruh kedua 2018, mereka memperkirakan harga akan turun lebih rendah di akhir tahun.

Kontrak berjangka turun setelah prakiraan itu dikeluarkan, dan kemudian memangkas kerugian. Impor minyak mentah Tiongkok pada Mei turun dari rekor tertinggi bulan sebelumnya, data pabean menunjukkan, karena kilang-kilang yang dikelola negara memasuki pemeliharaan yang direncanakan.

Pengiriman Mei mencapai 39,05 juta ton atau 9,2 juta barel per hari (bph). Itu dibandingkan dengan 9,6 juta barel per hari pada April. Harga minyak lebih lanjut tertekan setelah data Badan Informasi Energi (EIA) AS menunjukkan bahwa produksi meningkat, mencapai rekor lagi pada minggu lalu di 10,8 juta barel per hari.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id