Ilustrasi (AFP PHOTO/HAIDAR MOHAMMED ALI)
Ilustrasi (AFP PHOTO/HAIDAR MOHAMMED ALI)

2019, Pemotongan Produksi Berpeluang Perkuat Pasar Minyak

Ekonomi minyak mentah opec
25 Desember 2018 18:04
New York: Penyedia informasi energi Argus Media mengungkapkan kelebihan pasokan minyak akan terus menekan harga hingga kuartal pertama 2019. Akan tetapi upaya pengurangan produksi dari produsen pada akhirnya bisa mendorong harga minyak mentah terus meningkat saat tahun berjalan.
 
"Artinya, pasokan dan permintaan harus menyeimbangkan kembali pada kuartal kedua tahun depan," kata Azlin Ahmad, Editor Argus Media, seperti dikutip dari CNBC, Selasa, 25 Desember 2018.
 
Sejak naik ke level tertinggi empat tahun pada awal Oktober, harga minyak mentah berjangka telah terus jatuh lebih dari sepertiga. Gelombang terakhir penjualan besar terjadi pada saat pasar energi serta ekonomi global dicengkeram oleh berbagai faktor bearish atau pelemahan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minyak berjangka Brent, patokan internasional diperdagangkan di sekitar USD53,60 per barel pada Senin waktu setempat, mewakili penurunan hampir 20 persen pada 2018. Tetapi harga kemungkinan naik di tahun depan karena pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Pemotongan dijadwalkan berlaku pada Januari.
 
Negara anggota OPEC dan produsen minyak non-OPEC termasuk Rusia sepakat pada awal Desember untuk mengekang produksi sebesar 1,2 juta barel per hari. Itu setara dengan lebih dari satu persen permintaan global, dalam upaya menguras tangki dan mendorong harga.
 
Organisasi yang beranggotakan 15 negara itu memang sebelumnya menyatakan akan mengurangi produksinya hingga 800 ribu barel per hari, sementara Rusia dan produsen non-OPEC yang bersekutu akan menyumbang pengurangan produksi harian sebanyak 400 ribu barel.
 
Argus memperkirakan minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar USD65 per barel pada kuartal pertama di 2019, dan naik menjadi USD68 pada kuartal kedua dan mencapai USD70-an pada kuartal ketiga di tahun depan. Harga akan menembus USD80 per barel pada kuartal keempat 2019, Ahmad memproyeksikan.
 
"Harga minyak Brent rata-rata akan berada di bawah USD70 pada keseluruhan 2019," menurut perkiraan Argus.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif