Ilustrasi. FOTO: Daniel Roland/AFP
Ilustrasi. FOTO: Daniel Roland/AFP

Penurunan Profitabilitas Bank Kaburkan Pertumbuhan Zona Euro

Ekonomi ekonomi eropa uni eropa
Angga Bratadharma • 23 November 2019 17:03
Brussels: Bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) mengungkapkan tanda-tanda pengambilan risiko keuangan yang berlebihan serta penurunan profitabilitas bank menjadi beberapa tantangan terbesar di kawasan euro. Tentu tantangan itu patut dihilangkan segera mungkin guna memacu kembali laju perekonomian agar bisa lebih maksimal.
 
Zona euro telah berjuang keras untuk tumbuh setelah krisis utang pemerintah pada 2011. ECB, yang mengawasi kebijakan moneter di seluruh wilayah beranggota 19 negara, telah mengadopsi beberapa langkah stimulus sejak saat itu guna meningkatkan ekonomi. Pada 2018, ECB memutuskan untuk mengurangi beberapa stimulus di tengah data yang membaik.
 
Namun, bank sentral Eropa itu kembali ke posisi pelonggaran kebijakan dengan kekuatan penuh pada September tahun ini karena harga dan tingkat pertumbuhan sedang mengkhawatirkan. Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan saat ini ada dua perbedaan utama dari penilaian stabilitas keuangan yang dibuat pada Mei oleh ECB.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang pertama adalah yang lebih rendah untuk lingkungan suku bunga yang lebih panjang dan yang kedua adalah bahwa pertumbuhan lebih sederhana dari pada enam bulan yang lalu," umglap Guindos, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 23 November 2019.
 
Menurut proyeksi ECB yang dirilis September 2019, wilayah euro diperkirakan tumbuh 1,1 persen pada tahun ini dan 1,2 persen pada 2020. Adapun ECB telah memperingatkan di Mei tentang risiko penurunan yang terus-menerus, yang mencakup ketidakpastian perdagangan global dan kepergian AS dari Uni Eropa.
 
Sekarang, ECB percaya kedua risiko ini menjadi kurang jelas, tetapi tetap memperingatkan bahwa ada potensi guncangan lain dalam sistem keuangan. "Sekarang, saya pikir ada dua tantangan utama," kata de Guindos, seraya mengutip rendahnya profitabilitas bank-bank Eropa dan peningkatan pengambilan risiko.
 
"Lingkungan suku bunga rendah ini juga memengaruhi strategi investasi para manajer aset dan dalam hal ini bagian dari sistem keuangan ini dapat menimbulkan risiko yang lebih besar," tambahnya.
 
Menurut SCB lembaga-lembaga seperti dana investasi dan perusahaan asuransi lebih berani mengambil risiko di lingkungan suku bunga rendah saat ini. Ini berarti jika terjadi goncangan pasar yang tiba-tiba, misalnya, tekanan di antara lembaga-lembaga ini dapat menyebar ke sistem keuangan yang lebih luas -yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan individu.
 
Sementara itu, laporan ECB menyatakan profitabilitas bank di kawasan euro cenderung memburuk. Laporan tersebut menyatakan kesalahan masa lalu oleh bank telah membebani profitabilitas bank global. Sementara bank-bank AS khususnya terpukul oleh biaya pelanggaran segera setelah krisis keuangan global, dan bank-bank Eropa telah lebih terekspos sejak 2015.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif