Ilustrasi. Jason Lee/AFP/Getty Images
Ilustrasi. Jason Lee/AFP/Getty Images

Batasi Investasi ke Tiongkok, AS Dinilai Ambil Langkah Besar

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Medcom • 05 Oktober 2019 16:01
New York: Manajer Hedge Fund Billionaire Ray Dalio bertanya-tanya mengenai pertimbangan Gedung Putih yang berencana membatasi investasi Amerika Serikat (AS) di Tiongkok. Pasalnya, langkah itu diambil menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing terkait negosiasi kesepakatan dagang.
 
Dalio, pendiri dana lindung nilai terbesar di dunia, mengatakan Presiden AS Donald Trump dapat menggunakan kekuatan darurat khusus seperti pembekuan aset Jepang dan embargo minyak ke Jepang pada 1940-an di tengah kebutuntuan negosiasi dagang dengan Tiongkok. Tidak ditampik, perang dagang yang sedang terjadi memberi tekanan terhadap perekonomian dunia.
 
Mengenai perang modal dan mata uang, kemampuan Presiden AS untuk secara sepihak memotong aliran modal ke Tiongkok dan juga membekukan pembayaran utang ke Tiongkok termasuk menggunakan sanksi menghambat transaksi keuangan non-Amerika dengan Tiongkok harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu lah mengapa langkah yang diusulkan untuk membatasi investasi portofolio Amerika di Tiongkok membuat saya berpikir tentang implikasi dari langkah ini. Dan bertanya-tanya apakah itu adalah langkah menuju langkah yang lebih besar (atau tidak)," tambahnya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 5 Oktober 2019.
 
Untuk diketahui, pejabat Administrasi Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan beberapa pembatasan pada investasi AS di Tiongkok, termasuk menghapuskan perusahaan Tiongkok dari bursa saham Amerika. Tidak hanya itu, Gedung Putih juga berencana mencegah dana pensiun Pemerintah AS berinvestasi di pasar Tiongkok.
 
Diskusi itu berlangsung ketika AS mencari tuas pengaruh tambahan dalam pembicaraan perdagangan, yang dilanjutkan pada 10 Oktober di Washington. Adapun Departemen Keuangan AS menegaskan Pemerintah AS tidak bermaksud memblokir perusahaan-perusahaan Tiongkok dari pencatatan saham di bursa saham AS saat ini.
 
Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menyebut laporan itu berita palsu dalam sebuah wawancara dengan CNBC. "Bagi saya, perkembangan pekan lalu tampak seperti langkah logis terbaru dalam perjalanan berbahaya klasik ini dengan yang terjadi pada periode 1935-1945," kata Dalio.
 
Sementara itu, Delegasi Tiongkok kembali siap bertemu dengan Amerika Serikat untuk membahas perang tarif yang akan diterapkan satu sama lain. Pertemuan putaran ke-13 di Washington DC ini merupakan konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi yang dilakukan seminggu setelah liburan Hari Nasional Tiongkok, tutur seorang pejabat Tiongkok.
 
Delegasi dari Tiongkok yang akan hadir yakni Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Anggota Biro Politik Partai Komunis Komite Sentral Tiongkok, dan ketua pihak Tiongkok-AS. Mereka akan memimpin delegasi Tiongkok untuk mengunjungi Washington DC di putaran ke-13 pembahasan Tiongkok-AS.
 
Tiongkok-AS sebelumnya mengadakan perundingan perdagangan tingkat menteri di Washington dan melakukan diskusi konstruktif tentang masalah ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama. Demikian dikatakan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, yang juga wakil dari Perwakilan Perdagangan Internasional Tiongkok saat konferensi pers.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif