Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)

Bursa Saham Inggris Ditutup Turun 0,08%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
11 Juli 2019 09:45
London: Bursa saham Inggris berakhir cenderung datar pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London, turun tipis 0,08 persen atau 5,78 poin, menjadi 7.530,69 poin.
 
Mengutip Antara, Kamis, 11 Juli 2019, Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi multinasional, mencatat kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya anjlok 11,73 persen.
 
Diikuti oleh saham Coca-Cola HBC AG, jangkar botol Coca-Cola, yang merosot 2,01 persen, serta WPP, perusahaan periklanan dan humas multinasional Inggris, turun 2,00 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Smurfit Kappa Group, sebuah perusahaan pengemasan bergelombang terkemuka, melonjak 3,00 persen menjadi peraih keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan. Disusul saham kelompok perusahaan tambang tembaga asal Chile yang meningkat 1,79 persen, serta perusahaan investasi global Scottish Mortgage Investment Trust naik 1,73 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 76,71 poin atau 0,29 persen, menjadi berakhir di 26.860,20 poin. Indeks S&P 500 bertambah 13,44 poin atau 0,45 persen, menjadi ditutup di 2.993,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 60,80 poin atau 0,75 persen lebih tinggi, menjadi 8.202,53 poin.
 
Wall Street mendapat dorongan ketika Ketua Fed Jerome Powell memicu harapan untuk penurunan suku bunga potensial akhir bulan ini dalam kesaksian dovish atau pelonggaran moneter di depan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Rabu pagi waktu setempat.
 
"Banyak peserta FOMC melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak lebih akomodatif telah menguat," katanya seraya menambahkan bahwa ketidakpastian di sekitar ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi global terus membebani prospek ekonomi AS.
 
Ia mengungkapkan inflasi juga telah berjalan di bawah target simetris 2,0 persen Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di tengah arus lintas yang telah menciptakan ketidakpastian yang lebih besar sejak Mei.
 
"Pejabat-pejabat Federal Reserve juga mendukung penurunan suku bunga jangka pendek, yang dapat membantu meredam dampak dari kemungkinan guncangan yang merugikan di masa depan bagi ekonomi," tulis risalah pertemuan FOMC pada 18-19 Juni, yang dirilis Rabu sore waktu setempat.
 
"Peserta umumnya sepakat bahwa risiko penurunan prospek kegiatan ekonomi telah meningkat secara material sejak pertemuan mereka di Mei, terutama yang terkait dengan negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di luar negeri," sebut risalah tersebut.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif