Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones

Tiongkok-AS Setuju Cabut Tarif Perdagangan Bertahap

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 09 November 2019 17:02
Beijing: Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan Beijing telah sepakat dengan Washington untuk mencabut tarif perdagangan yang ada secara bertahap. Laporan ini tentu positif karena bisa berdampak terhadap membaiknya pertumbuhan perdagangan dan perekonomian global di masa mendatang.
 
Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng membenarkan kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Feng menambahkan AS-Tiongkok sudah lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan fase satu setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 9 November 2019, satu syarat penting untuk perjanjian perdagangan terbatas, Feng bersikeras, adalah bahwa AS dan Tiongkok harus menghapus jumlah tarif yang sama pada saat yang sama. Adapun harapan baru dari perjanjian perdagangan fase satu mendorong bursa saham AS melakukan reli.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku pasar mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan dagang fase satu di akhir bulan ini, setelah Washington dan Beijing mengalami kemajuan dalam negosiasi dagang di akhir pekan lalu. Namun, Reuters melaporkan, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember.
 
Kondisi itu artinya menunda kesempatan bagi kedua pemimpin menandatangani kesepakatan perdagangan sementara. Adapun AS-Tiongkok telah memberlakukan tarif barang-barang satu sama lain bernilai miliaran dolar sejak awal 2018. Sengketa tersebut menghancurkan pasar keuangan dan membuat sentimen bisnis serta konsumen memburuk.
 
Terlepas dari itu, para analis skeptis bahwa kesepakatan perdagangan fase satu akan secara efektif mengatasi semua masalah yang ada. Para analis menyarankan kedua raksasa ekonomi membutuhkan perjanjian yang lebih komprehensif sebelum sentimen pasar dapat didorong secara berkelanjutan.
 
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan lokasi untuk penandatanganan fase satu dari kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok akan diumumkan segera. Kemajuan negosiasi dagang fase satu ini diharapkan bisa terus berlanjut dan nantinya mencapai kesepakatan penuh dan segera menghentikan perang dagang.
 
"Tiongkok dan AS sedang berupaya memilih lokasi baru untuk penandatanganan Perjanjian Perdagangan Fase Satu, sekitar 60 persen dari total kesepakatan. Lokasi baru akan segera diumumkan. Presiden Xi dan Presiden Trump akan melakukan penandatanganan!" kata Trump, dalam cuitannya.
 
Trump mengatakan dalam tweet-nya bahwa kesepakatan perdagangan fase satu mewakili mayoritas dari perjanjian jangka panjang. Komentarnya muncul setelah Bloomberg News melaporkan bahwa Tiongkok tampak ragu untuk mencapai kesepakatan perdagangan komprehensif dengan AS karena 'sifat impulsif' Trump.
 
Awal bulan ini, Trump mengatakan AS telah mencapai kesepakatan fase satu yang sangat substansial dengan Tiongkok. Bahkan, Trump mengaku fase dua akan segera dimulai setelah fase pertama ditandatangani. Trump mengatakan perjanjian itu akan membahas masalah-masalah seperti kekayaan intelektual dan jasa keuangan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif