Forum Ekonomi Dunia 2020 digelar 21-23 Januari 2020. Foto: AFP.
Forum Ekonomi Dunia 2020 digelar 21-23 Januari 2020. Foto: AFP.

5 Topik yang Bisa Jadi Perhatian Peserta WEF 2020

Ekonomi forum ekonomi dunia world economic forum
Ade Hapsari Lestarini • 20 Januari 2020 15:47
Jakarta: Agenda tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2020 akan menyita perhatian pemimpin global. Ada beberapa topik yang akan dibahas seperti perdagangan, pertumbuhan ekonomi, regulasi teknologi, dan perubahan iklim.
 
Mengutip Financial Times, Senin, 20 Januari 2020, ada lima hal utama yang akan menjadi perhatian para peserta WEF 2020.

1. Donald Trump

Penutupan pemerintahan AS pada 2018 lalu membuat Donald Trump 'menyerang' sektor perdagangan secara agresif dalam pidatonya di Davos. Ini menjadi tanda awal dari ketegangan perdagangan di masa mendatang.
 
Mengingat ia sudah menandatangani fase pertama dari kesepakatan negosiasi ulang dengan Tiongkok minggu lalu, Trump diperkirakan akan mengambil nada yang lebih lembut di WEF tahun ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ingin para pemimpin bisnis (di Davos) semuanya datang ke Amerika Serikat," tutur Trump pekan lalu.
 
Namun Trump akan diawasi dengan ketat untuk setiap manuver geopolitiknya. Keputusannya baru-baru ini yang mengesahkan pembunuhan komandan militer Iran Qassem Soleimani di Irak telah meningkatkan ketidakstabilan di Timur Tengah.
 
Davos akan menjadi yang pertama kali bagi para pemimpin dunia, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Pedro Sánchez dari Spanyol, memiliki kesempatan untuk bertemu langsung untuk membahas perkembangan tersebut.
 
Walau ada juga pemimpin yang menjauh seperti Emmanuel Macron dari Prancis dan Justin Trudeau dari Kanada yang tidak akan hadir, sementara Inggris mengirim kanselir Sajid Javid, karena Perdana Menteri Boris Johnson tidak menghadiri WEF 2020.
 
Penampilan Trump di panggung dunia akan sangat berbeda dengan apa yang terjadi di negara asalnya di Washington. Argumen pembuka dalam sidang pemakzulannya diperkirakan akan dimulai di Senat pada Selasa, tak lama setelah pidatonya di Davos.

2. Pertumbuhan Ekonomi Global

Meskipun kisruh perdagangan global yang dilontarkan Trump telah mereda, ketegangan pemerintahannya masih meninggalkan pertanyaan tersisa tentang prospek pertumbuhan global.
 
IMF mengutip adanya 'hambatan perdagangan' sebagai alasan utama mereka memangkas perkiraan ekspansi ekonominya pada musim gugur lalu. Serta dapat menurunkan prospeknya lebih jauh dalam prospek terbaru, yang akan diterbitkan pada Senin.
 
Awal bulan ini Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2020 sebesar 0,2 poin menjadi 2,5 persen. Perkiraan ini memperingatkan bahwa pelonggaran ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok tidak mungkin menghasilkan peningkatan ekonomi yang cepat.
 
Itu membuat para peserta Davos bergulat dengan pertanyaan apakah diperlukan upaya stimulus baru. Jika demikian, siapa yang harus bertanggung jawab: pemerintah atau bank sentral?

3. Janji Perusahaan

Tema pertemuan WEF tahun ini adalah "pemangku kepentingan dunia yang kohesif dan berkelanjutan". Beberapa kepala eksekutif telah berjanji untuk mulai memberikan perhatian yang sama kepada karyawan, pelanggan, dan lingkungan seperti kepada pemegang saham mereka.
 
"Inti dari hal ini adalah tata kelola pemangku kepentingan," kata Marty Lipton, pengacara veteran Wall Street.
 
Surat Roundtable Bisnis tahun lalu, yang ditandatangani oleh 181 eksekutif AS, menjadi simbol pergeseran keunggulan pemegang saham. Lipton menyerukan retorika seperti itu untuk dicocokkan dengan tindakan, terutama dari investor besar, mengikuti petunjuk yang ditetapkan oleh perubahan besar BlackRock minggu lalu.
 
Perusahaan akuntansi Big Four itu akan meluncurkan inisiatif untuk menstandarkan bagaimana perusahaan melaporkan kontribusi mereka terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.
 
Tetapi bagi juru kampanye iklim, Greta Thunberg -yang akan hadir di Davos- menuntut agar para pemimpin bisnis dan politik menghentikan investasi dalam eksplorasi dan ekstraksi bahan bakar fosil, mengakhiri subsidi bahan bakar fosil dan melepaskan diri dari bahan bakar fosil.

4. Kekuatan Big Tech

Dari privasi digital hingga pajak, ada banyak yang dipertaruhkan para eksekutif teknologi yang turun ke Davos.
 
Satya Nadella, berjanji bahwa Microsoft akan menjadi 'karbon negatif' selama satu dekade. Begitu pun Sundar Pichai dari Google, dan Ren Zhengfei dari Huawei. Semuanya akan membahas hal tersebut di forum ini.
 
Chief operating officer Facebook Sheryl Sandberg akan menjadi tuan rumah bagi para jurnalis dan meyakinkan mereka bahwa perusahaan, yang berada di bawah tekanan dari Brussels ke Washington, dapat meningkatkan peluang ekonomi dan "membawa dunia lebih dekat bersama-sama".

5. Penggunaan Karbon

Setelah bertahun-tahun mengejek berita utama tentang jet pribadi yang haus bahan bakar sehingga mengirimkan delegasi untuk mengatasi perubahan iklim, WEF tahun ini mendorong peserta untuk menggunakan opsi transportasi rendah karbon seperti kereta.
 
Bahkan, panitia WEF menawarkan para peserta untuk menggunakan shoe grips (alas sepatu dari karet antislip), agar mereka bisa berjalan di jalan bersalju, alih-alih naik mobil.
 
Upaya berkelanjutan ini meluas dengan menasihati perusahaan katering untuk tidak melayani kemewahan seperti menyediakan foie gras dan kaviar. Bahkan satu hari pertemuan telah disisihkan untuk menu vegetarian dan penemuan sumber protein alternatif.
 
Acara tahunan ini, termasuk peluncuran inisiatif untuk menanam satu triliun pohon hingga beberapa dekade berikutnya. Pohon-pohon tersebut juga akan menyemarakkan di kamar-kamar yang dihiasi dengan cat berbasis rumput laut dan karpet yang terbuat dari 'jaring nelayan'. Sejumlah perusahaan telah diminta untuk mempertimbangkan menawarkan anggur lokal dan air putih lokal alih-alih minuman impor.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif