Presiden European Central Bank Christine Lagarde. FOTO: Xinhua
Presiden European Central Bank Christine Lagarde. FOTO: Xinhua

Lagarde Bersumpah Jaga Kepercayaan Eropa

Ekonomi bank central eropa ekonomi eropa uni eropa
Angga Bratadharma • 30 November 2019 19:04
Frankfurt: Presiden bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) yang baru, Christine Lagarde bersumpah untuk memelihara dan mempertahankan kepercayaan warga Eropa dalam mata uang tunggal yakni euro. Lagarde berharap mata uang euro bisa menyatukan Eropa dan nantinya turut mendukung perbaikan ekonomi di masa mendatang.
 
Dengan 23 miliar uang kertas yang beredar saat ini seilai 1,26 triliun euro -sepertiganya digunakan di luar kawasan euro- mata uang cadangan terbesar kedua di dunia itu telah berperan besar dalam membawa Eropa menjadi lebih dekat satu sama lain, menumbuhkan identitas bersama, dan adanya rasa senasib bersama.
 
"Ini berfungsi sebagai simbol paling nyata dari integrasi Eropa, sebuah proses yang telah membawa perdamaian, kebebasan dan kemakmuran ke benua kita," kata Lagarde, dalam upacara penandatanganan mata uang euro yang merupakan ritual adat awal bagi setiap Presiden ECB, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 30 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun di antara tugas ECB yakni menerapkan kebijakan moneter hingga langsung mengawasi lebih dari 100 bank yang memiliki pengaruh signifikan. "Itu adalah uang kertas dan mungkin merupakan tugas yang paling terlihat bagi banyak warga Eropa," kata Lagarde.
 
"Uang kertas ini (euro) adalah bagian dari ekonomi kita, identitas kita dan budaya kita," tegasnya seraya menambahkan bahwa ECB memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa orang-orang Eropa mempertahankan kepercayaannya kepada ECB.
 
Sebagai presiden keempat ECB, Lagarde memulai masa jabatan delapan tahunnya pada 1 November 2019. Secara hukum, baik ECB maupun bank sentral nasional kawasan euro memiliki hak untuk mengeluarkan uang kertas euro. Namun praktiknya, hanya bank sentral nasional yang secara fisik menerbitkan dan menarik uang kertas euro.
 
Di sisi lain, bank sentral Eropa atau European Central Bank mengungkapkan tanda-tanda pengambilan risiko keuangan yang berlebihan serta penurunan profitabilitas bank menjadi beberapa tantangan terbesar di kawasan euro. Tentu tantangan itu patut dihilangkan segera mungkin guna memacu kembali laju perekonomian agar bisa lebih maksimal.
 
Zona euro telah berjuang keras untuk tumbuh setelah krisis utang pemerintah pada 2011. ECB, yang mengawasi kebijakan moneter di seluruh wilayah beranggota 19 negara, telah mengadopsi beberapa langkah stimulus sejak saat itu guna meningkatkan ekonomi. Pada 2018, ECB memutuskan untuk mengurangi beberapa stimulus di tengah data yang membaik.
 
Namun, bank sentral Eropa itu kembali ke posisi pelonggaran kebijakan dengan kekuatan penuh pada September tahun ini karena harga dan tingkat pertumbuhan sedang mengkhawatirkan. Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan saat ini ada dua perbedaan utama dari penilaian stabilitas keuangan yang dibuat pada Mei oleh ECB.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif