Ilustrasi (FOTO: BBC)
Ilustrasi (FOTO: BBC)

Penundaan Brexit Tekan Kinerja Manufaktur Inggris

Ekonomi brexit ekonomi inggris
04 Mei 2019 14:01
London: Penundaan implementasi Brexit yang berkepanjangan berdampak pada pertumbuhan pabrik Inggris. Tidak hanya itu, indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) negara itu juga turun menjadi 53,1 pada April. Atau turun dari level tertinggi 13 bulan di Maret sebesar 55,1, sebuah survei mengatakan.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 4 Mei 2019, menurut Markit IHS, yang menyusun survei, pembangunan Brexit berlanjut meskipun ke tingkat yang lebih rendah daripada survei bulan sebelumnya. Tidak ditampik, Perdana Menteri Inggris Theresa May sedang berada di posisi sulit karena beberapa kali Brexit ditolak.
 
"Tingkat kenaikan dalam inventaris input (manufaktur Inggris) dan produk jadi tetap secara historis, meskipun pendinginan dari rekor tertinggi terlihat pada Maret," kata Direktur IHS Markit Rob Dobson.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga mencatat penundaan tanggal Brexit yang dijadwalkan berarti perusahaan harus memastikan tingkat input utama tetap cukup besar. Hal itu untuk mencakup berbagai lini dan hasil seluas mungkin dalam beberapa bulan mendatang.
 
Sementara itu, bisnis ekspor baru turun pada laju tercepat kedua dalam empat setengah tahun yang juga mendorong PMI manufaktur Inggris. "Seiring berlalunya Brexit, klien luar negeri mengambil tindakan dan menemukan rute rantai pasokan baru dari Inggris," kata Direktur Kelompok Institut Pengadaan dan Pasokan Chartered Duncan Brock.
 
Francesco Arcangeli, seorang ekonom di Make UK, yang mewakili produsen Inggris, mengatakan permintaan dari luar negeri telah terpukul sangat keras dengan beberapa pelanggan luar negeri mengurangi rantai pasokan Inggris mereka."Hal itu untuk melepaskan ketergantungan mereka pada pasar Inggris," ucapnya.
 
"Ini adalah peringatan yang jelas bagi pemerintah untuk memastikan bahwa waktu tidak terbuang untuk menyelesaikan kebuntuan Brexit," tambahnya.
 
Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn menyebut penundaan Britain Exit atau Brexit merupakan kegagalan diplomatik Inggris. Sesuai hasil rapat di Uni Eropa, Brexit ditunda hingga 31 Oktober atau dengan kata lain, Inggris masih menjadi bagian dari Uni Eropa.
 
"Seluruh bagian dari Inggris kini frustasi atas adanya penundaan itu," kata Corbyn.
 
Sementara itu, Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May menegaskan, persiapan akan terus dilakukan untuk membuat Brexit menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan. Di bawah aturan Uni Eropa, Inggris harus tetap mengikuti pemilu Parlemen Eropa pada Mei mendatang.
 
Jika tidak mau, Inggris harus angkat kaki dari Uni Eropa per 1 Juni tanpa kesepakatan apapun. "Saya sangat menyesali kondisi di mana kesepakatan yang saya tawarkan tidak disetujui oleh anggota parlemen. Saya tahu bahwa Inggris sedang frustasi," pungkas May.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif