Ilustrasi - - Foto: MTVN/ Batur Parisi
Ilustrasi - - Foto: MTVN/ Batur Parisi

Hubungan Diplomasi Ekonomi Indonesia-Rusia Semakin Baik

Ekonomi kementerian perdagangan indonesia-rusia Diplomasi Ekonomi
Ilham wibowo • 06 Februari 2019 15:34
Jakarta: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan hubungan diplomasi ekonomi antara Indonesia dan Rusia berjalan baik. Aktivitas perdagangan kedua negara juga terus ditingkatkan.
 
Pernyataan itu disampaikan Enggar saat menghadiri ekspor produk Mayora Group di kantor pusat Mayora, Jakarta. Acara ini juga dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva serta pelaku usaha dari Rusia.
 
"Percaya lah rumor berkaitan Rusia bukan untuk Rusia, saya sampaikan secara resmi, itu Rusia konteks yang lain," ujar Enggar dalam sambutannya, Rabu, 6 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enggar memastikan pemerintah Indonesia bakal terus mendorong industri Tanah Air untuk bisa berekspansi ke Negeri Tirai Besi. Terlebih, Rusia saat ini menjadi pasar potensial lantaran tak terlibat perang dagang dengan negara manapun.
 
"Apalagi persahabatan Indonesia dengan Rusia sejak lama," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan itu, Lyudmila menyampaikan hubungan baik dengan Indonesia tetap terjalin. Artinya, kesempatan untuk meningkatkan perdagangan dari kedua negara bisa terus dilakukan tanpa ada kendala.
 
"Hubungan perdagangan Rusia Indonesia semakin berkembang. Akhir tahun lalu ekspor Indonesia jauh melebihi jumlah ekspor dari Rusia ke Indonesia," ungkapnya.
 
Dalam pernyataan resmi, melalui akun Twitter resmi Kedutaan Rusia, Lyudmila juga merespons penggunaan istilah 'Propaganda Rusia' yang ramai diperpolitikan nasional. Istilah itu dinilai muncul dari hasil rekayasa politik Amerika Serikat.
 
"Sebagaimana diketahui istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas," kata Lyudmila.
 
Lyudmila menegaskan Rusia tidak mencampuri urusan politik negara lain, termasuk Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan mitra penting bagi negeri tirai besi itu.
 
"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," ujar Lyudmila.
 
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo sebelumnya menyinggung ada pihak yang menggunakan metode propaganda Rusia dalam Pilpres 2019. Menurut dia, teori propaganda itu salah satunya dengan menyebarkan berita bohong yang berpotensi memecah belah masyarakat.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif