Reuters melansir, Rabu, 28 Desember, 1 Januari menandai awal dari pakta Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa produsen non-OPEC untuk menurunkan produksi hampir 1,8 juta barel per hari.
"Tanpa mengurangi kewajiban kontrak internasional, dari 1 Januari 2017, (perusahaan minyak negara) PDVSA dan/atau anak perusahaan akan menerapkan pengurangan volume kontrak penjualan minyak mentah utama, semua sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada," demikian pernyataan Kementerian Energi Venezuela.
Venezuela, salah satu negara yang paling parah terkena penurunan pendapatan minyak sejak pertengahan 2014, saat ini memproduksi lebih dari 2,4 juta barel minyak mentah dan kondensat per hari, menurut data kementerian.
Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio Del Pino mengatakan kesepakatan output harus mengarah pada rebalancing persediaan, setelah itu ia memperkirakan minyak mentah Brent akan menetap di kisaran harga sekitar USD60-USD70 per barel dan minyak mentah Venezuela antara USD45-USD55 per barel.
Presiden Nicolas Maduro mengatakan dia akan segera memulai tur dari negara penghasil minyak untuk mendukung kesepakatan OPEC.
"Saya mengusulkan sistem baru, formula baru untuk memperbaiki pasar dan harga minyak untuk mengaktifkan stabilitas, harmoni, kontinuitas," tegasnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut dari jadwal atau rencana proposal untuk sesama produsen.
"Saya bercita-cita untuk setidaknya harga minyak stabil dengan realistis selama 10 tahun, harga minyak yang wajar, dan saya akan mencapainya," tegas dia.
Harga minyak melonjak 1,7 persen pada perdaganga Selasa, melanjutkan rally akhir tahun dengan dukungan dari harapan kesepakatan antara OPEC dan produsen non-OPEC dalam 15 tahun berlaku pada hari Minggu. Brent naik 94 sen atau 1,7 persen ke USD56,10 per barel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News