medcom.id, Lima: Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) telah memicu kekhawatiran bagi beberapa orang terhadap perang dagang AS dan Tiongkok.
Namun tidak begitu dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Lembaga internasional ini belum akan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS. Demikian seperti dilansir dari Associated Press, Sabtu (19/11/2016).
Berbicara dalam KTT APEC di Lima, Peru, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan bahwa pihaknya saat ini tidak akan membicarakan tentang revisi penurunan ke bawah.
Pemberi pinjaman internasional yang berbasis di Washington pada bulan lalu memperkirakan bahwa pertumbuhan perekonomian AS akan lebih cepat 2,2 persen, dari perkiraan 1,6 persen tahun ini.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television, Lagarde mengelak pertanyaan tentang apakah gelombang proteksionisme di seluruh dunia dan janji Trump untuk menampar tarif pada barang-barang Tiongkok akan merugikan pertumbuhan global.
Namun demikian, dia berharap untuk menemukan kesamaan globalisasi secara skeptis dan bekerja dengan baik dengan pemerintahan AS yang baru.
"Kami telah mengatakan untuk sementara bahwa pertumbuhan harus inklusif, dan kita telah mengamati perdagangan adalah mesin besar untuk pertumbuhan, belum mesin inklusif karena beberapa orang telah ke sisi globalisasi itu," tutur Lagarde.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan