Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (AFP/FRED DUFOUR)
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (AFP/FRED DUFOUR)

Pertemuan G20 Lahirkan Genjatan Senjata Tiongkok dan AS

Ekonomi g20 summit Perang dagang
Arif Wicaksono • 30 Juni 2019 11:00
Osaka: Pertemuan tahunan dari kelompok G20 di Osaka, Jepang menghasilkan kabar baik bagi dunia. Pertemuan organisasi negara yang menguasai 80 persen ekonomi di dunia itu melahirkan genjatan senjata dari kedua negara yang terlibat perang dagang yakni AS dan Tiongkok.
 
Sinyal meredanya tensi perang dagang muncul dari Presiden AS Donald Trump. Trump menjelaskan bahwa dia menyetujui perusahaan AS untuk menjual komponen hardware kepada Huawei.
 
"Saya menyetujui perusahaan kami (AS) untuk menjualnya kepada Huawei," kata Trump, seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu, 30 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump juga mengaku akan mendiskusikan permasalahan perang dagang dan melihat dampak yang akan terjadi kedepannya. Trump bahkan berjanji tak akan menaikkan tarif impor kepada Tiongkok. Dia masih mempertimbangkan dampak lanjutan dari pajak baru senilai UDD300 miliar kepada produk asal negara Panda itu.
 
Tiongkok menyambut baik langkah itu. Hal ini sekaligus meringankan tensi dagang akibat tuduhan AS bahwa Huawei telah menimbulkan ancaman keamanan. Pernyataan ini telah meracuni hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.
 
Negara G20 juga sepakat akan mendukung perdagangan bebas, transparan, stabil dan anti diskriminasi untuk mendukung perdagangan dan investasi.
 
"Perdagangan dunia dan investasi adalah alat penting untuk pertumbuhan ekonomi, produktivitas, inovasi, lapangan kerja dan perkembangan. Kita akan menegaskan bahwa perlunya reformasi WTO untuk meningkatkan fungsinya," kata laporan itu.
 
Sebelum pertemuan puncak, South China Morning Post, mengutip sumber, melaporkan bahwa kedua belah pihak sedang mempersiapkan siaran pers terkait perjanjian yang diharapkan yang mencakup AS menunda kenaikan tarif yang direncanakan pada barang-barang Tiongkok senilai USD300 miliar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif