Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)

Indeks Acuan Saham Inggris Ditutup Naik 0,66%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
04 Juli 2019 09:46
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London bertambah 0,66 persen atau 50,13 poin, menjadi 7.609,32 poin. Adapun kebijakan Brexit diharapkan bisa segera selesai guna memberi katalis positif terhadap pasar saham.
 
Mengutip Antara, Kamis, 4 Juli 2019, Flutter Entertainment, perusahaan taruhan olahraga dan permainan, melonjak 11,48 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham grup perusahaan teknologi produsen alat deteksi bahaya dan perlindungan jiwa Halma yang terangkat 3,15 persen.
 
Berikutnya, saham perusahaan peritel dan distributor pakaian olahraga dan pakaian bermerek terkemuka JD Sports Fashion dan perusahaan pengemasan pengemasan berbasis kertas terkemuka di dunia Smurfit Kappa Group, yang masing-masing naik 2,92 persen, dan 2,92 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Anglo American, perusahaan pertambangan terdiversifikasi secara global, mencatat kerugian terbesar di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 1,99 persen. Diikuti oleh saham BP, perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris yang turun 1,73 persen, serta NMC Health, penyedia layanan kesehatan swasta, melemah 1,05 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 179,32 poin atau 0,67 persen menjadi 26.966,00 poin. Indeks S&P 500 bertambah 22,81 poin atau 0,77 persen menjadi 2.995,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 61,14 poin atau 0,75 persen lebih tinggi, menjadi 8.170,23 poin.
 
Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor real estat dan konsumen masing-masing naik 1,47 persen dan 1,36 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya. Diharapkan kondisi ini bisa bertahan dan penurunan suku bunga AS nantinya bisa memberi efek positif terhadap perekonomian Amerika Serikat.
 
Sektor swasta Amerika Serikat menambah 102 ribu lapangan pekerjaan dari Mei hingga Juni, data perusahaan penggajian (payroll) Automatic Data Processing melaporkan. Angka itu jauh dari ekspektasi para ekonom terhadap 140 ribu pekerjaan baru yang disurvei oleh Econoday.
 
"Pertumbuhan pekerjaan telah melambat tajam dalam beberapa bulan terakhir, karena dunia usaha telah menjadi lebih berhati-hati dalam perekrutan mereka," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi.
 
Indeks non-manufaktur AS tercatat 55,1 persen pada Juni, lebih rendah dari pembacaan Mei sebesar 56,9 persen, menurut laporan oleh Institute for Supply Management (ISM). Hal itu menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor non-manufaktur, tingkat tersebut menandai pembacaan indeks terendah sejak Juli 2017.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif