Asian Investment Infrastructure Bank (AIIB). Dok; AFP.
Asian Investment Infrastructure Bank (AIIB). Dok; AFP.

Kedatangan Tiga Negara Baru, AIIB Capai 100 Anggota

Ekonomi bank infrastruktur
14 Juli 2019 12:39
Luxembourg: Asian Investment Infrastructure Bank (AIIB) menyetujui keanggotaan Benin, Djibouti, dan Rwanda. Sehingga total keanggotaan AIIB yang disetujui menjadi 100. Keputusan itu dibuat dengan suara bulat oleh Dewan Gubernur AIIB pada pertemuan tahunan keempatnya yang diadakan di Luxembourg.
 
Tiga calon anggota non-regional akan secara resmi bergabung dengan AIIB setelah mereka menyelesaikan proses domestik yang diperlukan dan menyetorkan angsuran modal pertama ke Bank. Menteri Keuangan Tiongkok Liu Kun bertindak sebagai ketua Dewan Gubernur AIIB.
 
"Dengan jumlah anggota yang mencapai 100, volume pembiayaan yang disetujui meningkat menjadi USD8,5 miliar , AIIB telah menjadi anggota penting sistem pengembangan multilateral," kata Liu pada pertemuan tahunan bank, seperti melansir Xinhua, Minggu, 14 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Liu menghargai kemajuan yang telah dicapai oleh AIIB selama tiga tahun terakhir. AIIB telah diberikan status permanen oleh Majelis Umum PBB, mengeluarkan ketergantungan terhadap dolar AS, serta mengembangkan serangkaian strategi penting dan kebijakan.
 
"Anggota AIIB secara kolektif mencakup 78 persen populasi dunia dan 63 persen PDB global. Dengan dukungan semua anggota kami, kami membangun lembaga yang ramping, bersih, dan hijau yang dapat membantu mendukung pembangunan berkelanjutan mereka," kata Presiden AIIB Jin Liqun.
 
Wakil Presiden dan Sekretaris Perusahaan AIIB Sir Danny Alexander menjelaskan bahwa AIIB diciptakan oleh 57 anggota pendiri sebagai lembaga multilateral yang berfokus pada mendukung pembangunan berkelanjutan melalui infrastruktur.
 
"Bahwa 43 anggota lainnya telah bergabung dalam tiga tahun terakhir adalah pengakuan bahwa AIIB telah memantapkan dirinya sebagai bagian dari sistem internasional berbasis peraturan, dengan kekuatan tata kelola dan standar internasional yang tinggi," jelas dia.
 
"Kami sekarang memiliki anggota di setiap benua, dan kami menyambut minat yang berkembang dari negara-negara Afrika di AIIB. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Benin, Djibouti, dan Rwanda untuk mendukung perkembangan mereka di tahun-tahun mendatang," tambah dia.
 
Dengan tema Kerja sama dan Konektivitas pertemuan tahunan dua hari AIIB dimulai di Luxembourg pada Jumat, untuk pertama kalinya di luar Asia. Pertemuan ini didatangi lebih dari 1.000 pejabat AIIB, perwakilan dari anggota dan lembaga mitra, pemimpin bisnis serta para ahli.
 
Pertemuan tahunan tahun ini juga menyoroti kerja sama dan konektivitas Asia-Eropa yang lebih kuat, konektivitas digital, perubahan iklim, infrastruktur berkelanjutan dan mobilisasi keuangan untuk transisi ekonomi sirkuler.
 
Menurut keputusan Dewan Gubernur, pertemuan tahunan kelima dijadwalkan akan diadakan mulai 2 Juli hingga 3 Juli 2020 di Beijing. AIIB, bank pembangunan multilateral yang berinvestasi dalam infrastruktur berkelanjutan dan sektor produktif lainnya di Asia dan sekitarnya, mulai beroperasi pada Januari 2016. Bank ini telah menyetujui 46 proyek dalam 18 anggota dengan total USD8,5 miliar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif