Ekspektasi Kenaikan Produksi Picu Harga Minyak Turun
Ilustrasi (FREDERIC J. BROWN/AFP)
New York: Harga minyak mentah memperpanjang penurunannya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan itu dipicu ekspektasi bahwa Arab Saudi dan Rusia dapat memproduksi lebih banyak minyak mentah untuk mengkompensasi potensi kekurangan pasokan.

Mengutip Antara, Rabu, 30 Mei 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, turun USD1,15 menjadi menetap di USD66,73 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, bertambah USD0,09 menjadi ditutup pada USD75,39 per barel di London ICE Futures Exchange.

Arab Saudi dan Rusia telah membahas peningkatan produksi minyak OPEC dan non-OPEC sebesar satu juta barel per hari (bph) untuk melawan potensi kekurangan pasokan dari Venezuela dan Iran, menurut CNBC. Pasar minyak AS ditutup pada Senin 28 Mei untuk hari libur perayaan Memorial Day.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dapat memutuskan pada Juni untuk meningkatkan produksi mereka guna menutupi pengurangan pasokan dari Venezuela dan Iran yang dilanda krisis, setelah AS memutuskan menarik diri dari kesepakatan pengendalian senjata nuklir, OPEC dan sumber industri minyak mengatakan.



Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, pemangkasan produksi dapat dikurangi dengan lembut jika negara-negara OPEC dan non-OPEC melihat keseimbangan pasar minyak pada Juni, kantor berita Interfax melaporkan.

Beberapa analis mengatakan bahwa sanksi AS terhadap Iran bisa menghapus satu juta barel per hari minyak mentah Iran dari pasar, sementara yang lain mengatakan dampaknya akan terbatas menjadi kurang dari 500 ribu barel per hari.

Sementara itu, produksi Venezuela turun menjadi sekitar 1,4 juta barel per hari, menurut sumber sekunder OPEC, karena krisis ekonominya meningkat dan PDVSA yang dikelola negara kesulitan untuk membayar utang dan dana operasi.

Kenaikan produksi minyak mentah AS juga membebani pasar. Jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS naik 15 rig menjadi total 859 rig pada pekan lalu, mencatat tingkat tertinggi sejak Maret 2015, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan dalam laporan mingguannya.

 



(ABD)