Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Pertumbuhan Ekonomi Uni Eropa Diperkirakan Melambat

Ekonomi ekonomi eropa uni eropa
08 Mei 2019 11:01
Brussel: Komisi Eropa mengatakan bahwa pertumbuhan blok ekonomi di kawasan itu akan moderat tahun ini dan kemudian menguat pada 2020. Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 1,5 persen pada 2020 di kawasan euro itu dan 1,7 persen pada 27 negara anggota, tidak termasuk Inggris.
 
Mengutip Antara, Rabu, 8 Mei 2019, ekspansi ekonomi di kawasan euro tersebut diperkirakan berlanjut pada tingkat 1,2 persen tahun ini dan 1,4 persen pada 28 anggota Uni Eropa. "Sedikit kurang dari yang diharapkan pada musim dingin," kata laporan yang diterbitkan Prakiraan Ekonomi Eropa yang merupakan badan eksekutif Komisi Eropa.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 473,39 poin atau 1,79 persen, menjadi 25.965,09 poin. Sedangkan indeks S&P 500 merosot 48,42 poin atau 1,65 persen menjadi 2.884,05 poin. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 159,53 poin atau 1,96 persen menjadi 7.963,76 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semua dari 11 sektor utama S&P 500 memperpanjang kerugian, dengan sektor teknologi informasi turun lebih dari 2,1 persen, memimpin kerugian. Seluruh 30 saham unggulan atau blue-chips di Dow tenggelam ke wilayah merah, dipimpin oleh Boeing dan Caterpillar, yang sahamnya terus turun masing-masing hampir 3,9 persen dan 2,2 persen.
 
Kedua perusahaan secara luas dipandang sebagai pemimpin perdagangan global karena tingginya pendapatan mereka di luar negeri. Namun, saham Anadarko Petroleum sedikit lebih tinggi sekitar 0,4 persen, karena Occidental Petroleum menaikkan porsi tunai dari penawaran tunai dan saham senilai USD38 miliar untuk raksasa minyak dan gas Amerika Serikat tersebut.
 
Langkah ini datang sebagai upaya guna membujuk Anadarko untuk menyerah pada usulan akuisisi oleh raksasa energi multinasional Amerika Serikat, Chevron. Karena volatilitas secara agresif diperhitungkab di seluruh papan, aksi jual dari tiga indeks dipercepat selama sesi sore.
 
Dow jatuh lebih dari 500 poin pada sore hari dan kemudian tenggelam lebih dalam ke wilayah merah dengan kehilangan lebih dari 600 poin. Bahkan jatuh sebanyak 648,77 poin pada titik terendahnya di hari perdagangan, menandai penurunan terbesar sejak awal Januari.
 
Di sisi lain, kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok -yang mungkin akan segera berakhir- berpeluang tergelincir terhadap godaan untuk mempermainkan sistem. Tentu diharapkan hal itu tidak terjadi lantaran kesepakatan dagang bisa memiliki katalis positif terhadap perekonomian dunia.
 
Mantan Diplomat dan Duta Besar AS Frank Lavin mengatakan ada kemungkinan kuat bahwa kedua belah pihak akan dapat menuntaskan kesepakatan. Akan tetapi, lanjutnya, ada beberapa faktor yang dapat menggagalkan prospeknya. Lavin sebelumnya menjabat di bawah sekretaris perdagangan untuk perdagangan internasional.

 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif