Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Trump Tunda Pengenaan Tarif Baru untuk Tiongkok

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 14 Agustus 2019 10:33
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menunda pengenaan beberapa tarif impor Tiongkok menjelang Natal. Hal itu dilakukan guna membendung dampak potensial terhadap perekonomian saat warga AS meningkatkan konsumsinya dengan berbelanja pada momen Natal.
 
Administrasi Trump mengumumkan beberapa jam sebelumnya akan menunda pengenaan tarif hingga 15 Desember dari yang semula dijadwalkan berlaku 1 September. "Kami melakukan ini untuk musim Natal. Kalau-kalau beberapa tarif berdampak pada pelanggan AS," kata Trump, seperti dilansir dari CNBC, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
"Sejauh ini mereka sebenarnya tidak punya (dampak terhadap AS). Tapi antisipasi dilakukan untuk menghindari dampaknya terhadap masyarakat. Apa yang kita lakukan adalah menunda (pengenaan tarif baru untuk Tiongkok). Sehingga mereka (tarif baru) tidak akan relevan dengan musim belanja saat Natal," tuturnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengakuan bahwa pengenaan tarif kepada Tiongkok dapat membahayakan penjualan saat hari libur menandai pergeseran bagi Trump. Namun Trump telah lama mengklaim pengenaan tarif atau pajak atas impor telah membantu AS sambil memberikan tekanan terhadap Tiongkok.
 
Perwakilan perdagangan AS mengatakan penundaan akan berlaku untuk berbagai macam barang, termasuk barang elektronik tertentu seperti ponsel, laptop, dan video game. Sejumlah produk terkait Natal juga muncul di daftar penundaan. Termasuk dekorasi untuk perayaan Natal, adegan Natal, dan tokoh-tokohnya, serta lampu pohon Natal dan ornamennya.
 
Akan tetapi, tidak ada item lain yang dimasukkan untuk hari libur tertentu dalam daftar tarif penundaan itu. Adapun Trump telah mengumumkan pada awal Agustus bahwa ia akan mengenakan tarif 10 persen pada sisa barang impor Tiongkok senilai USD300 miliar, yang sejauh ini terhindar dari bea masuk.
 
Sedangkan Gedung Putih sebelumnya sudah mengenakan tarif impor senilai USD250 miliar barang dari Tiongkok. Sementara Tiongkok, yang telah mengenakan tarif pembalasan atas impor AS senilai USD110 miliar, merespons ancaman terbaru dengan membatalkan semua pembelian produk pertanian AS.
 
Langkah Gedung Putih untuk menunda pengenaan tarif baru memberikan kelegaan bagi pasar saham, yang semain gelisah di tengah perang dagang yang semakin memanas antara Beijing dan Washington. Indeks utama Wall Street, yang awalnya diperdagangkan di zona merah kembali terangkat oleh berita tersebut.
 
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ekonomi AS berada dalam posisi yang sangat kuat. Bahkan, suku bunga kompetitif dan peluang investasi telah menarik sejumlah besar uang dari Tiongkok. Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya sengketa dagang dengan Beijing.
 
"Sejumlah besar uang dari Tiongkok dan bagian lain dunia mengalir ke Amerika Serikat untuk alasan keamanan, investasi, dan suku bunga! Kami berada dalam posisi yang sangat kuat. Perusahaan juga datang ke AS dalam jumlah besar. Suatu hal yang indah untuk ditonton!" kata Trump, dalam cuitannya di Twitter.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif