OPEC Diyakini Tidak Angkat Harga Minyak Terlalu Tinggi

Angga Bratadharma 17 November 2018 20:02 WIB
minyak mentahopec
OPEC Diyakini Tidak Angkat Harga Minyak Terlalu Tinggi
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Moskow: Keputusan yang dibuat oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutu-sekutunya untuk mengelola pasokan minyak harus dipercaya. Bahkan, diyakini negara-negara penghasil minyak utama tidak tertarik untuk memiliki harga minyak mentah pada tingkat artifisial yang tinggi.

Demikian diungkapkan CEO Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev ketika diminta pandangannya tentang upaya terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memengaruhi kebijakan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak. Adapun Trump menyalahkan OPEC dan sekutu ketika harga minyak dunia terus naik.

Trump, dalam sebuah cuitannya berharap OPEC tidak akan memotong produksi minyak setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan kartel dan sekutunya -yang mencakup Rusia- mungkin perlu mengurangi produksi sekitar satu juta barel per hari. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi kelebihan pasokan dan menjaga stabilitas pasar minyak dunua.

"Saya pikir kita perlu mempercayai pengambilan keputusan (OPEC) karena mereka tidak tertarik pada harga minyak yang sangat tinggi. Yang mereka inginkan adalah stabilitas pasar, yang baik untuk konsumen dan produsen, dan ini adalah apa yang kami miliki selama beberapa tahun terakhir," kata Dmitriev, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 17 November 2018.

Trump telah mengecam OPEC dan para sekutu dalam cuitannya dan menyalahkan OPEC atas kenaikan harga minyak dunia dan memerintahkan anggota OPEC untuk mengambil langkah-langkah guna mengurangi biaya minyak mentah.

"Kritik Trump telah menghasilkan sebuah persepsi dalam industri minyak bahwa Arab Saudi -dilihat sebagai pemimpin de facto OPEC- akan mematuhi permintaan Trump untuk tidak memangkas produksi minyak mentah," kata Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets Helima Croft.

Setelah OPEC menurunkan perkiraan permintaan minyak, harga minyak mentah turun beruntun ke-12 sesi berturut-turut -mengabaikan komentar Arab Saudi sebelumnya tentang perlunya memangkas produksi minyak dunia.

"Saya pikir pasar mengabaikan mereka karena Trump. Saya pikir jika kita tidak memiliki cuitan Trump, tidak akan ada skeptisisme ini. Saat ini, ada pandangan bahwa orang-orang Saudi akan berbalik arah karena Trump," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id