Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Menlu RI Menghadiri KTM D8

Ekonomi kerja sama ekonomi indonesia
Sonya Michaella • 18 Oktober 2017 14:28
medcom.id, Jakarta: Kerja sama ekonomi antar anggota negara adalah topik utama yang akan dibahas pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) D8 (Organisasi Kerja Sama Ekonomi).
 
Kerja sama ekonomi guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyatnya. Anggota D8 adalah Bangladesh, Mesir, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Turki.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dipastikan akan menghadiri KTM yang digelar di Istanbul, Turki. Malam hari ini, Menlu Retno langsung bertolak ke Istanbul.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keesokan harinya, Menlu Retno akan mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 ke-9 yang digelar bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-20 D8.
 
"Enam area fokus kerja sama negara-negara ini yaitu perdagangan, industri, pertanian, energi, perhubungan dan wisata," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.
 
"KTM D8 bertujuan untuk mempersiapkan KTT besoknya dengan tema Expanding Opportunity Through Cooperation. KTT akan menghasilkan outcome Istanbul Declaration dan Istanbul Plan of Action," lanjut dia.
 
Dikatakannya, komitmen negara-negara anggota ini terkait dengan revitalisasi kerja sama D8. Akan ada peningkatan kerja sama masalah transaksi keuangan, pembebasan visa dan ada juga peningkatan konektivitas negara-negara anggota serta peningkatan kerja sama sektor swasta.
 
"Action plan terdapat rencana aksi enam area fokus D8 tersebut. Indonesia sendiri fokus dalam kerja sama maritim dan antar sektor swasta soal publik partnership. Kami juga mendorong kerja sama Selatan Selatan," ungkap Arrmanatha.
 
Dalam KTT ini, selain Wapres Jusuf Kalla, akan hadir pula Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai tuan rumah. Kemudian akan ada Perdana Menteri Pakistan, Presiden Nigeria, Wakil PM Malaysia, Wapres Iran dan dua negara lagi masih menunggu konfirmasi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif