ECB: Krisis Keuangan Global Dimulai sebelum Lehman Brothers Jatuh
Presiden European Central Bank Mario Draghi (DANIEL ROLAND/AFP)
Eropa: Presiden bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengungkapkan tanda pertama dari krisis keuangan global yang akan datang sudah jelas muncul jauh sebelum Lehman Brothers jatuh. Adapun ECB terus memperkuat kebijakan moneter dalam rangka mengantisipasi krisis yang bisa datang kapan saja dan di mana saja.

"Bagi kami, krisis benar-benar dimulai sebelum Lehamn jatuh. Tanda-tanda serius pertama dari krisis yang akan datang sebenarnya berasal dari September 2007. Apa yang saya ingat tentang insiden itu adalah upaya luar biasa dari kerja sama internasional di tingkat dunia," kata Draghi, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 September 2018.

Dengan kata lain, lanjutnya, sebelum Lehman Brothers jatuh sudah jelas terlihat bahwa krisis keuangan akan datang. Ia menilai kondisi tersebut memiliki proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya termasuk di seluruh dunia. Meski demikian, tetap ada harapan agar krisis keuangan tidak signifikan menekan perekonomian dunia.



ECB mempertahankan tingkat suku bunga dengan Draghi yakin ekonomi regional akan cukup kuat untuk menyerap kapasitas cadangan dan menghasilkan inflasi. Dalam perubahan halus untuk panduan, ECB mengumumkan rencana untuk mengakhiri pembelian obligasi pada akhir tahun dan mempertahankan suku bunga di tingkat rekor terendah setidaknya sampai musim panas.

Adapun ECB menegaskan akan mengurangi pembelian obligasi menjadi 15 miliar euro (USD17,4 miliar) per bulan dari Oktober. Dengan naiknya kembali inflasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi pada laju yang relatif stabil, ECB telah secara bertahap menghapus stimulus melawan krisis selama berbulan-bulan.

Penarikan kembali langkah-langkah tersebut datang meski ada risiko terhadap ekonomi Eropa, mulai dari proteksionisme global hingga gejolak pasar yang muncul. Meski demikian, Draghi menegaskan, ECB akan tetap pada kebijakan moneternya saat ini dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id