Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

Bursa Saham Inggris Berakhir Tertekan 0,28%

Ekonomi ekonomi inggris
12 Juli 2019 09:47
London: Saham-saham Inggris melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London berakhir turun 0,28 persen atau 20,87 poin, menjadi 7.509,82 poin. Sejauh ini, perang dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok termasuk AS dan Uni Eropa memberikan beban terhadap pasar saham.
 
Mengutip Antara, Jumat, 12 Juli 2019, Ocado Group, supermarket bahan makanan dalam jaringan (online), menjadi pemain berkinerja terburuk di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya jatuh 6,17 persen.
 
Diikuti oleh saham perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan dalam jaringan Just Eat yang berkurang 2,25 persen, serta perusahaan pembuat dan penambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal Evraz turun 2,11 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Barratt Developments, salah satu perusahaan pengembang properti residensial terbesar di Inggris, melonjak 5,17 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan.
 
Disusul oleh saham produsen produk kesehatan, kebersihan dan produk rumah tangga Reckitt Benckiser Group, serta perusahaan pengemasan internasional berbasis di Inggris DS Smith, yang masing-masing meningkat 2,52 persen dan 1,98 persen.
 
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 227,88 poin atau 0,85 persen, menjadi 27.088,08 poin. Indeks S&P 500 bertambah 6,84 poin atau 0,23 persen menjadi 2.999,91 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 6,49 poin atau 0,08 persen menjadi 8.196,04 poin.
 
Di sisi ekonomi, klaim pengangguran AS turun minggu lalu ke tingkat terendah selama tiga bulan terakhir, menandakan pasar tenaga kerja yang kuat. Departemen Tenaga Kerja mengatakan dalam pekan yang berakhir 6 Juli, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran tercatat 209 ribu atau turun 13 ribu dari tingkat direvisi minggu sebelumnya.
 
"Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat naik 0,1 persen pada Juni, kenaikan yang sama dengan Mei," kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
 
Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item meningkat 1,6 persen sebelum penyesuaian musiman. Peningkatan dalam indeks untuk tempat tinggal, pakaian, serta mobil dan truk bekas lebih dari mengimbangi penurunan indeks energi untuk bulan ini.
 
Selama hari kedua kesaksiannya pada Kamis waktu setempat, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral akan selalu melakukan apa yang benar untuk ekonomi AS dan menyerukan Kongres untuk menaikkan batas utang pada waktu yang tepat.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif