Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Kenaikan Saham Bank Buat Wall Street Menghijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 29 Juni 2019 07:01
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), terutama didorong oleh saham bank. Meski demikian, perang dagang yang masih terjadi terus memberikan ancaman terhadap pasar saham sehingga perlu ada upaya secepat mungkin menghentikan hal tersebut.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 29 Juni 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 73,38 poin atau 0,28 persen menjadi 26.599,96. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 16,84 poin atau 0,58 persen menjadi 2.941,76. Indeks Komposit Nasdaq naik 38,49 poin atau 0,48 persen menjadi 8.006,24.
 
Saham bank-bank besar termasuk JP Morgan Chase, Goldman Sachs, dan Bank of America semuanya naik lebih dari 2,5 persen. Keuntungan mereka datang setelah mereka lulus stress test tahunan Federal Reserve dan mendapat persetujuan untuk meningkatkan dividen serta berbagi program pembelian kembali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di bidang ekonomi, University of Michigan mengatakan pembacaan akhir indeks sentimen konsumen pada Juni adalah 98,2 atau sedikit lebih tinggi dari ekspektasi ekonom. Akan tetapi lebih rendah dari pembacaan 100 pada Mei.
 
Richard Curtin, kepala ekonom survei konsumen universitas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penurunan di Juni sepenuhnya disebabkan oleh rumah tangga dengan pendapatan di sepertiga teratas dari distribusi, yang lebih sering menyebutkan dampak negatif dari tarif.
 
"Sebagian besar penurunan di Juni terkonsentrasi pada prospek ekonomi nasional, dengan tingkat pengangguran diperkirakan naik tipis," kata Curtin.
 
Sementara itu, pengeluaran konsumsi pribadi AS (personal consumption expenditures/PCE), metrik utama pengeluaran rumah tangga, naik 0,4 persen pada basis yang disesuaikan secara musiman pada Mei dari bulan sebelumnya, kata Departemen Perdagangan pada Jumat.
 
Pertumbuhan itu terjadi seiring dengan peningkatan USD88,6 miliar dalam pendapatan pribadi di bulan tersebut, naik 0,5 persen dari bulan sebelumnya. Indeks harga PCE menguat 0,2 persen pada Mei. Tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, indeks harga inti PCE naik 0,2 persen.
 
Secara tahun ke tahun, indeks harga PCE inti, ukuran inflasi yang disukai oleh Federal Reserve AS, naik 1,6 persen pada Mei, di bawah target tingkat inflasi bank sentral sebesar 2,0 persen. Adapun pergerakan inflasi ini biasanya menjadi sorotan karena salah satu indikator utama untuk menyesuaikan suku bunga acuan.
 
Kemudian jumlah rig pengeboran AS yang aktif untuk minyak meningkat empat rig menjadi 793 rig untuk pekan yang berakhir Jumat 28 Juni, kata perusahaan jasa energi AS Baker Hughes dalam laporan mingguannya. Kenaikan jumlah rig tersebut mengikuti kenaikan kecil satu rig minggu sebelumnya, namun jauh lebih rendah dari 858 rig pada minggu yang sama tahun lalu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif