Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/James Lawler Duggan)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/James Lawler Duggan)

BoJ Dorong Kembali Waktu untuk Target Inflasi 2%

Angga Bratadharma • 21 Oktober 2016 11:24
medcom.id, New York: Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan mendorong kembali waktu yang tepat untuk memukul target inflasi pada ulasan suku bunga di Oktober ini. Kondisi itu dilakukan mengingat pertumbuhan harga mengalami pelemahan.
 
Kuroda tidak secara spesifik menjelaskan bagaimana perlambatan itu terjadi dan memengaruhi keputusan kebijakan moneter BoJ, meski ia menekankan bahwa pembelian obligasi dapat mengalami perlambatan di masa depan jika imbal hasil obligasi 10 tahun jatuh jauh di bawah target sekitar nol persen.
 
Berbicara di parlemen pada Jumat, Kuroda berharap pertumbuhan ekonomi Jepang bisa terakselerasi pada tahun fiskal di tahun depan dari tahun berjalan sekarang ini karena ada prospek cerah untuk pertumbuhan ekonomi global. Diharapkan prospek ini bisa terus bertahan hingga 2017.

Baca: BoJ Butuh Waktu Lebih Capai Sasaran Target Inflasi
 
Namun, Kuroda memberikan saran bahwa harga konsumen inti yang tetap melemah, di mana memberikan tanda enam bulan tahunan pada Agustus, mungkin akan memaksa BoJ memotong perkiraan tingkat inflasi di pertemuan ulasan suku bunga pada 31 Oktober hingga 1 November.
 
BoJ Dorong Kembali Waktu untuk Target Inflasi 2%
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Toru Hanai)
 
"Mungkin ada beberapa modifikasi perkiraan kami bahwa inflasi akan mencapai target dua persen selama tahun fiskal 2017," kata Kuroda, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/10/2016).
 
Sumber mengatakan kepada Reuters BoJ akan sedikit memangkas proyeksi inflasi tahun fiskal berikutnya dalam tinjauan kuartalan, meskipun bank sentral terlihat memegang kendali pada kebijakan pelonggaran setelah diubah pada kerangka kebijakan di September.
 
Baca: BoJ Diperkirakan Pangkas Target Inflasi
 
BoJ telah berulang kali dipaksa untuk mendorong kembali waktu untuk memukul target ambisius inflasi dua persen karena turunnya harga minyak dan konsumsi masyarakat yang melemah dan membebani harga secara keseluruhan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan