Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Bursa Saham Inggris Naik 0,60%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
Antara • 17 Juli 2019 09:46
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih kuat pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik sebanyak 0,60 persen atau 45,48 poin, menjadi 7.577,20 poin.
 
Mengutip Antara, Rabu, 17 Juli 2019, Burberry Group, sebuah perusahaan fesyen mewah Inggris, melonjak 14,39 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham-saham unggulan.
 
Diikuti oleh saham perusahaan layanan penerbitan dan penilaian pendidikan Inggris Pearson, serta perusahaan perjalanan dan pariwisata Inggris-Jerman TUI AG , yang masing-masing meningkat sebesar 3,40 persen dan 2,72 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Rightmove, perusahaan portal real estat daring (online) yang berbasis di Inggris, menderita kerugian paling besar dari saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,58 persen.
 
Disusul oleh saham Auto Trader Group, pasar otomotif digital Inggris, yang berkurang 1,82 persen, serta sebuah perusahaan pengemasan bergelombang terkemuka Smurfit Kappa Group turun 1,73 persen.
 
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 23,53 poin atau 0,09 persen, menjadi 27.335,63 poin. Indeks S&P 500 berkurang 10,26 poin atau 0,34 persen, menjadi 3.004,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 35,39 poin atau 0,43 persen, menjadi 8.222,80 poin.
 
Goldman Sachs mengalahkan ekspektasi Wall Street untuk hasil kuartal kedua pada Selasa waktu setempat dengan kinerja yang unggul di divisi perbankan investasi dan perdagangan. Goldman Sachs melaporkan laba per saham USD5,81 dan pendapatan USD9,46 miliar.
 
JPMorgan Chase melaporkan laba kuartal kedua per saham sebesar USD2,82 dan pendapatan sebesar USD29,6 miliar, keduanya mengalahkan perkiraan Wall Street. Terlepas dari keuntungan kuat bank, investor berhati-hati dengan laporan laba yang akan datang. Para analis memperkirakan laba S&P 500 turun tiga persen di kuartal kedua, mengutip data FactSet.
 
Bank sentral memperkirakan pertumbuhan di Amerika Serikat akan tetap solid, pasar tenaga kerja akan tetap kuat, dan inflasi akan bergerak naik mendekati 2,0 persen, laporan media mengutip pernyataan Powell pada konferensi ekonomi di Paris.
 
Namun Powell mencatat ketidakpastian tentang prospek ini telah meningkat, terutama terkait dengan perkembangan perdagangan dan pertumbuhan global. Kesemuanya harus dicarikan jalan keluarnya secepat mungkin agar tidak memberikan efek negatif yang lebih luas terhadap perekonomian.
 
Powell mengulangi janjinya pada Selasa waktu setempat untuk bertindak sepantasnya guna menjaga agar ekspansi ekonomi tetap berjalan seiring rekan-rekan bankirnya bergerak menuju penurunan suku bunga yang diperkirakan akhir bulan ini, kata laporan itu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif