Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

AS Tekan Iran, Harga Minyak Dunia Melesat

Ekonomi minyak mentah
23 April 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia melonjak lebih dari dua persen pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), mendekati level tertinggi enam bulan. Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang ketatnya pasokan global setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan larangan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran.
 
Mengutip Antara, Selasa, 23 April 2019, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD1,70 atau 2,66 persen menjadi USD65,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak sempat mencapai USD65,92 per barel, tertinggi sejak 31 Oktober.
 
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD2,07 atau 2,88 persen menjadi USD74,04 per barel di London ICE Futures Exchange. Acuan global Brent menyentuh USD74,52 per barel, tingkat tertinggi sejak 1 November tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Washington mengatakan akan menghapuskan semua keringanan yang memungkinkan delapan negara untuk membeli minyak Iran tanpa menghadapi sanksi-sanksi Amerika Serikat pada Mei. Premi risiko geopolitik kembali di pasar minyak dalam cara yang besar.
 
"Sebagian besar, jika tidak semua, kepentingan komersial yang sah akan menghindari pembelian minyak Iran. Aliran Iran akan berkurang menjadi menetes," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.
 
Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk tidak menerbitkan kembali keringanan sanksi-sanksi yang memungkinkan importir besar untuk terus membeli minyak Iran ketika mereka berakhir pada awal Mei, Gedung Putih mengatakan.
 
Pada November AS menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap ekspor minyak Iran tetapi memberikan keringanan kepada delapan pembeli utama Iran, yakni Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Turki, Italia dan Yunani. Mereka diizinkan untuk terus melakukan pembelian terbatas selama enam bulan.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan kembali bahwa sanksi-sanksi AS akan diberlakukan kembali pada semua negara yang mengimpor minyak dari Iran mulai 2 Mei. Tujuan Washington adalah menurunkan ekspor minyak Iran menjadi nol dan mengatakan tidak ada rencana untuk masa tenggang setelah 1 Mei.
 
Pejabat-pejabat AS sedang mencari cara untuk mencegah Iran menghindari sanksi-sanksi minyak, kata seorang pejabat senior pemerintahan. Langkah baru Washington untuk menekan Iran telah meningkatkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat menyebabkan harga minyak dan bensin lebih tinggi.
 
Iran mengatakan keputusan untuk tidak memperbarui keringanan tidak memiliki nilai. "Tetapi Teheran menghubungi mitra-mitra dan tetangga-tetangga Eropa dan akan bertindak sesuai itu," lapor kantor berita Iran, mengutip Kementerian Luar Negeri.
 
Penurunan ekspor Iran akan semakin menekan pasokan di pasar yang ketat. AS juga telah memberi sanksi-sanksi kepada Venezuela, serta Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutunya termasuk Rusia yang telah secara sukarela memangkas produksi, yang membantu menaikkan harga minyak lebih dari 35 persen tahun ini.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif