Ilustrasi Allianz -- AP Photo/Matthias Schrader
Ilustrasi Allianz -- AP Photo/Matthias Schrader

Allianz Penjamin Asuransi Penumpang AirAsia QZ8501

Ade Hapsari Lestarini • 30 Desember 2014 11:26
medcom.id, Hong Kong: Allianz SE menjadi pemimpin dalam pemberian klaim asuransi yang diperkirakan sebesar USD100 juta terkait dengan hilangnya AirAsia QZ8501 di lepas pantai Indonesia. Allianz memberikan asuransi terhadap kecelakaan penerbangan besar ketiga pada tahun ini.
 
Reuters melansir, Selasa (30/12/2014), Allianz akan memimpin reasuransi penerbangan, setelah sebelumnya menjadi reasuransi utama penerbangan Malaysia Airlines MH370 yang menghilang di atas Samudera Hindia pada Maret 2014, serta penerbangan MH17, yang ditembak jatuh pada Juli 2014 saat berada di atas Ukraina.
 
Allianz akan memimpin mempunyai kewajiban mengkovernya. "Ini terlalu dini untuk mengomentari laporan kejadian ini, kecuali untuk mengatakan bahwa pikiran dan doa kami bersama mereka yang terkena dampak hilangnya penerbangan ini," ujar manajemen Allianz dalam pernyataan emailnya.

Salah satu broker asuransi pesawat total biaya akan tergantung pada kewajiban penumpang yakni bisa antara USD100 juta dan USD200 juta, termasuk sekitar USD45 juta untuk pesawat. Namun demikian, tidak semua biaya akan ditanggung oleh Allianz.
 
Allianz melaporkan, insiden yang terjadi di dunia penerbangan menyumbang empat dari 10 asuransi kerugian besar yang tidak terkait dengan bencana alam dalam delapan bulan pertama di 2014. Sehingga menempatkan tekanan klaim asuransi penerbangan makin meningkat.
 
Sementara untuk kewajiban penumpang, perjanjian internasional yang disebut Konvensi Montreal membayar sekitar USD165 ribu per penumpang dengan kurs saat ini, atau total sekitar USD27 juta untuk 162 penumpang kapal penerbangan di AirAsia. Tapi jika maskapai ini ditemukan bersalah, seperti adanya kesalahan pada pilot, maka klaim asuransi yang diajukan bisa jauh lebih tinggi.
 
"Ini akan menjadi identik dengan MH370 dan MH17 dalam arti ada kewajiban asuransi minimum standar yang semua operator harus miliki," kata ahli pengacara yang berbasis di asuransi penerbangan, John Ribbands.
 
Adapun JLT Grup adalah broker asuransi untuk pesawat AirAsia. Perusahaan tersebut mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan terpisah.
 
Dalam sebuah studi keselamatan penerbangan baru-baru ini, Allianz mengatakan saat ini ada kurang dari dua kematian penumpang untuk setiap 100 juta penumpang pada penerbangan komersial, dibandingkan dengan 133 kematian untuk setiap 100 juta di 1960-an.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan