Spain's Minister of Economy Luis de Guindos (AFP/Saul Loeb)
Spain's Minister of Economy Luis de Guindos (AFP/Saul Loeb)

Luis De Guindos Jabat Wakil Presiden ECB Berikutnya

Ekonomi bank central eropa ekonomi eropa eropa uni eropa zona euro
Angga Bratadharma • 20 Februari 2018 16:20
Brussels: Sebanyak 19 Menteri Keuangan Zona Euro akan menunjuk Menteri Ekonomi Spanyol Luis De Guindos sebagai wakil presiden berikutnya di European Central Bank (ECB). Penunjukan tersebut akan menjadi yang pertama dalam perombakan posisi di bank sentral yang bisa mengubah arah kebijakan moneter.
 
Mengutip CNBC, Selasa, 20 Februari 2018, Eurogroup mengumumkan dukungannya pada Senin sore untuk pencalonan De Guindos sebagai wakil presiden ECB berikutnya. Sebanyak 19 kepala negara zona euro tersebut ditetapkan untuk memberikan persetujuan akhir bagi wakil presiden berikutnya pada sebuah pertemuan di Maret.
 
Eurogroup mengatakan rekomendasi kepada Dewan Eropa yang terdiri dari kepala negara dan pemerintah, harus diadopsi secara formal oleh dewan pada 20 Februari. Atas dasar ini, Dewan Eropa akan meminta pendapat dari pihak Eropa Parlemen dan Dewan Pengatur ECB. Kemudian diharapkan untuk mengadopsi keputusan akhir pada pertemuan 22-23 Maret.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu-satunya lawan De Guindos, Gubernur Bank Sentral Irlandia Philip Lane menarik pencalonannya ke posisi sebelumnya pada Senin siang. Oleh karena itu Spanyol siap untuk kembali ke Dewan Eksekutif ECB setelah absen selama enam tahun.
 
Menteri Keuangan Irlandia Paschal Donohoe mengatakan kepada wartawan di Brussels bahwa penting ada konsensus di Eurogroup mengenai penunjukan wakil presiden ECB. Beberapa minggu yang lalu dirinya menunjuk Philip Lane untuk posisi wakil presiden ECB. Hari ini ia mengonfirmasikan bahwa dirinya tidak akan mengajukan pencalonan ini.
 
"Kami percaya bahwa ini sangat penting, mengingat betapa pentingnya peran wakil presiden ECB dan bahwa keputusan dibuat berdasarkan konsensus," kata Donohoe.
 
Keputusan tersebut berarti bahwa Presiden ECB berikutnya -sebuah peran yang menjadi kosong tahun depan- lebih mungkin berasal dari negara Eropa utara dan dengan demikian cenderung memiliki pandangan hawkish jika dibandingkan dengan Mario Draghi yang sekarang ini sedang berkuasa.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif