Presiden Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. FOTO: Jim Watson/AFP
Presiden Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. FOTO: Jim Watson/AFP

Alasan AS Terus 'Bermain Keras' dengan Perdagangan Tiongkok

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 07 September 2019 19:01
New York: Pembawa acara Mad Money Jim Cramer menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat terus mengambil 'permainan' keras terhadap perdagangan Tiongkok karena ekonomi AS terus tumbuh dengan kondisi yang kuat. Kondisi itu yang membuat perang dagang masih berlanjut meski sudah melukai kedua negara.
 
"Trump mengatur dalam caranya karena ia tidak melihat adanya pelemahan (ekonomi AS) dalam pertumbuhan dibandingkan dengan hambatan yang dialami ekonomi Tiongkok," Cramer, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 September 2019.
 
Tiongkok sebelumnya mengumumkan bahwa perunding utama AS dan Tiongkok sudah berbicara melalui telepon dan sepakat untuk bertemu pada Oktober 2019 guna membuka putaran pembicaraan lain terkait negosiasi dagang. Sedangkan pejabat AS mengonfirmasi panggilan tersebut tetapi tidak ada konfirmasi mengenai pertemuan di Oktober.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat AS itu hanya mengatakan bahwa pembicaraan mengenai peragangan akan terjadi dalam minggu-minggu mendatang di Washington. Tidak ditampik, perang dagang kembali memanas ketika kedua negara sama-sama mengenakan tarif baru pada awal September ini. Belum ada tanda-tanda perang dagang akan berhenti.
 
"Orang Tiongkok masih membutuhkannya lebih dari yang kita lakukan," kata Cramer, seraya membeberkan pasar tenaga kerja AS yang kuat, dengan data menunjukkan klaim pengangguran mingguan mengalami kenaikan kecil dan laporan penggajian swasta untuk Agustus jauh lebih baik dari yang diharapkan.
 
Sementara itu, para negosiator perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok akan memulai kembali putaran negosiasi perdagangan berikutnya di Washington, awal Oktober. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok, setelah para pemimpin perdagangan AS dan Tiongkok melakukan panggilan telepon pada Kamis pagi, 5 September 2019.
 
"Para pejabat sepakat untuk bekerja sama dan mengambil tindakan praktis guna membangun kondisi yang baik untuk bernegosiasi," tutur Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam sebuah pernyataannya. Selain itu, tambah Kementerian Perdagangan Tiongkok, kedua belah pihak juga akan menjaga komunikasi yang erat jelang perundingan dilangsungkan.
 
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut Wakil Perdana Menteri China Liu He dalam pembicaraannya di telepon dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin tersebut setuju dilangsungkannya perundingan pada Oktober. Sekalipun, negosiasi antara AS dan Tiongkok berikutnya seharusnya langsungkan pada September ini.
 
Perwakilan Dagang AS mengonfirmasi bahwa AS dan Tiongkok akan melakukan pertemuan setingkat menteri dalam beberapa minggu ke depan, namun tidak menyebut adanya pertemuan pada Oktober. Adapun langkah ini diharapkan menjadi pemicu terjadinya kesepakatan dagang di antara kedua negara.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif