Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Beragam Akibat Ketegangan AS-Iran

Ekonomi minyak mentah
25 Juni 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia beragam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat, sementara kekhawatiran tentang penurunan permintaan minyak mentah muncul kembali.
 
Mengutip Antara, Selasa, 25 Juni 2019, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik USD0,47 atau 0,8 persen menjadi USD57,90 per barel di New York Mercantile Exchange.
 
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, turun USD0,34 atau 0,5 persen menjadi USD64,86 per barel di London ICE Futures Exchange. Pekan lalu, Brent naik 5,0 persen dan minyak mentah AS melonjak 10 persen, setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS di Teluk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi itu akhirnya menambah ketegangan yang dipicu oleh serangan terhadap tanker minyak di daerah itu pada Mei dan Juni, di mana Washington menyalahkan Iran. Sementara Iran membantah memiliki peran dalam serangan itu.
 
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Iran, termasuk sanksi keras terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan banyak lainnya. Trump mengklaim langkah itu datang setelah serangkaian perilaku agresif oleh rezim Iran dalam beberapa pekan terakhir.
 
Namun demikian, Trump pada Jumat 21 Juni membatalkan serangan balasan ke negara Timur Tengah pada menit terakhir setelah pesawat tersebut ditembak jatuh, yang membatasi kenaikan harga minyak. Ekspor minyak mentah Iran telah menurun sejauh ini menjadi 300 ribu barel per hari (bph) atau kurang, karena sanksi AS yang meningkat.
 
"Saya pikir beberapa premi risiko yang terbangun karena ketegangan AS dengan Iran sedikit berkurang. Saya kira kita juga mulai melihat kekhawatiran ekonomi dan kekhawatiran permintaan muncul kembali untuk pasar," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.
 
Harapan berkurang untuk kemajuan dalam pembicaraan perdagangan Tiongkok-AS di pertemuan G20 minggu ini karena investor menunggu pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping.
 
"Faktor paling penting yang membebani harga minyak akhir-akhir ini adalah ketakutan perlambatan besar dalam pertumbuhan permintaan, terutama mengingat konflik perdagangan antara AS dan Tiongkok," kata Commerzbank dalam sebuah catatan, seperti dilansir Reuters.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif