Sekretaris Kementerian Energi Baru dan Terbarukan India Anand Kumar mengatakan negara tersebut berencana memiliki 500 gigawatt kapasitas energi terbarukan pada 2030.
Berbasis di New Delhi, Institut Energi dan Sumber Daya (TERI) sebagai organisasi independen akan mengarahkan India ke arah penggunaan energi yang tidak merusak planet ini.
"TERI adalah semua tentang memberikan inovasi untuk pembangunan berkelanjutan," Ajay Mathur, direktur jenderal organisasi, mengatakan kepada CNBC International, Senin, 26 Agustus 2019.
"Apa yang ingin kami lakukan adalah membantu pengguna merasa nyaman dengan opsi berkelanjutan dan mampu digunakan sehingga mereka menjadi opsi yang disukai," paparnya.
Salah satu bidang yang menjadi fokus TERI adalah pembangunan gedung yang berkelanjutan. Ini telah muncul dengan sistem penilaian yang disebut Green Rating for Integrated Habitat Assessment, atau GRIHA. Sistem GRIHA bertujuan untuk mengkuantifikasi hal-hal seperti adopsi energi terbarukan, pembangkitan limbah, dan konsumsi energi.
"Kami sedang memastikan bahwa bangunan yang muncul di masa depan harus lebih efisien daripada yang kita miliki sekarang, atau yang telah dibangun di masa lalu," direktur senior TERI, Sanjay Seth.
TERI berfokus pada beberapa sektor, dari lingkungan binaan, pertanian, iklim, dan energi. Sementara itu, Future Earth adalah organisasi yang berfokus pada keberlanjutan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News