Ilustrasi (REUTERS/Kim Kyung Hoon)
Ilustrasi (REUTERS/Kim Kyung Hoon)

Lemahnya Penggerak Rusak Momentum Pertumbuhan Ekonomi Jepang

Angga Bratadharma • 08 September 2016 22:08
medcom.id, New York: Ekonomi Jepang mengalami pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan pada April-Juni, dengan revisi ke atas untuk belanja modal dan persediaan. Namun, lemahnya penggerak pertumbuhan yang kuat terlihat merusak momentum untuk sisa di tahun ini.
 
Kantor Kabinet mengatakan ekonomi Jepang tumbuh pada tingkat 0,7 persen secara tahunan selama April-Juni, atau direvisi karena pembahasan awal diperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di angka 0,2 persen di mana yen yang kuat dan lemahnya permintaan telah menekan kinerja ekspor dan belanja modal.
 
Ekonomi Jepang, negara ketiga terbesar di dunia, terlihat kurang bisa memanfaatkan momentum yang ada pada kuartal tersebut, mengikuti arus data ekspor terbaru yang lemah, yang merupakan hasil dari pabrik-pabrik dan belanja rumah tangga.

Hal itu bisa ditekan apabila ekonomi luar negeri meningkatkan kemampuan untuk membuat kenaikan yen memudar, tapi ekonomi berisiko goyah sampai akhir tahun, sebelum Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe sepenuhnya menerapkan paket stimulus usai diresmikan pada bulan lalu, analis mengatakan.
 
"Perekonomian kemungkinan akan tetap stagnan pada Juli-September dan Oktober-Desember dengan tidak adanya mesin pertumbuhan," kata Kepala Ekonom di Norinchukin Research Institute Takeshi Minami, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2016).
 
Prospek ekonomi yang baik akan menjaga Bank of Japan (BoJ) berada di bawah tekanan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut sebagai bank sentral untuk melakukan penilaian yang komprehensif dari program stimulus dimaksud untuk diulas pada 20-21 September.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan