WTO Selidiki Tarif Baja dan Aluminium AS
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jenewa: Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sepakat membentuk panel di Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) untuk memutuskan apakah tarif AS untuk impor baja dan aluminium sesuai dengan aturan WTO, seorang pejabat perdagangan Jenewa mengatakan Kamis, 22 November 2018.

Mengutip Antara, Jumat, 23 November 2018, Tiongkok dan Uni Eropa (UE) memprotes pada Rabu, 21 November 2018 bersama dengan Meksiko, Norwegia, Rusia, Kanada dan Turki terhadap langkah-langkah Washington yang mereka katakan bukan untuk alasan keamanan nasional, tetapi untuk kepentingan ekonomi Amerika.

Pada Juni, Amerika Serikat  memberlakukan tarif 25 persen pada impor baja dan 10 persen pada impor aluminium dari Meksiko, Kanada dan Uni Eropa, di antara wilayah lain, mengutip pengecualian keamanan nasional.

DSB setuju untuk menyiapkan panel-panel terpisah untuk pengaduan. Pada kesempatan yang sama, India dan Swiss mengajukan permintaan pertama mereka untuk panel guna memutuskan tarif baja dan aluminium AS.

Seperti tujuh anggota lainnya, keduanya berpendapat bahwa tindakan AS, pada dasarnya dan konten, tindakan pengamanan, menarik kekhawatiran bahwa Amerika Serikat menggunakan keamanan nasional sebagai pembenaran untuk tarif.

Sementara itu, Amerika Serikat menjamin pembentukan empat panel untuk memeriksa tindakan pembalasan yang diberlakukan oleh Kanada, Tiongkok, UE, dan Meksiko mengenai impor AS tertentu sebagai tanggapan atas tarif baja dan aluminium.

Dalam laporan Kamis (22/11), Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo mengeluarkan peringatan setelah sebuah laporan baru mengatakan bahwa langkah-langkah pembatasan impor yang baru telah mencapai titik tertinggi baru.

Dia mengatakan temuan laporan itu harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah G20 dan seluruh komunitas internasional, memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut tetap menjadi ancaman nyata.

"Jika kita terus berjalan di jalur sekarang, risiko-risisko ekonomi akan meningkat, dengan efek potensial terhadap pertumbuhan, lapangan pekerjaan dan harga-harga konsumen di seluruh dunia," kata Azevedo.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id