Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

Bursa Saham Inggris Berakhir Menanjak 0,07%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
23 Mei 2019 11:02
London: Saham-saham pada Bursa Inggris berakhir naik pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 naik sebanyak 0,07 persen atau 5,27 poin menjadi ditutup pada 7.334,19 poin.
 
Mengutip Antara, Kamis, 23 Mei 2019, saham perusahaan pengemasan bergelombang terkemuka, Smurfit Kappa Group melonjak 5,49 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi di antara saham-saham unggulan. Demikian pula dengan saham DS Smith dan Hikma Pharmaceuticals masing-masing meningkat 3,77 persen dan 3,10 persen.
 
Sedangkan saham perusahaan ritel multinasional Inggris terkemuka, Grup Marks & Spencer Group, menjadi saham dengan kinerja terburuk di antara saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 9,37 persen. Sementara Easyjet, sahamnya turun 5,83 persen. Demikian pula dengan saham Persimmon, sebuah perusahaan pembangunan rumah Inggris, turun 5,53 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi 25.776,61. Sementara itu, S&P 500 turun sebanyak 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27. Indeks Komposit Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.
 
Saham Qualcomm anjlok 10,86 persen setelah berita bahwa seorang hakim AS memutuskan perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli dengan secara tidak sah menekan persaingan di pasar untuk cip ponsel.
 
VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di AS di industri semikonduktor, ditutup 1,76 persen lebih rendah. Dari 11 sektor S&P 500 utama, energi turun 1,58 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Utilitas dan perawatan kesehatan saham yang unggul.
 
Selain itu, Wall Street juga mencerna risalah pertemuan yang baru dirilis dari Federal Reserve AS. Beberapa investor berpikir inflasi AS mungkin jatuh lebih jauh tahun ini dan mengantisipasi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga guna memacu pertumbuhan.
 
"Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30 April-1 Mei mengungkapkan bahwa Fed bertekad untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini, bahkan jika itu berarti membuat alasan untuk inflasi rendah dan/atau pertumbuhan yang mengecewakan," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.
 
"Memang, jika ada, beberapa anggota mempertimbangkan kemungkinan FOMC mungkin harus menaikkan suku bunga tahun ini, tetapi tidak ada yang langsung menyarankan pengurangan, meskipun inflasi lebih rendah dari target," pungkas Chris Low.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif