Ekonomi Turki Siap Muncul Lebih Kuat dari Krisis Lira
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ankara: Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak meyakinkan investor internasional bahwa Turki akan muncul lebih kuat dari krisis mata uangnya dan bersikeras sejumlah bank di Turki berada pada kondisi yang sehat dan kuat. Pemerintah Turki terus membenahi persoalan dan terlihat dari lira yang perlahan membaik.

Dalam sebuah konferensi pers dengan ribuan investor dan ekonom, Albayrak mengatakan Turki sepenuhnya memahami dan mengakui semua tantangan domestiknya tetapi berurusan dengan apa yang ia gambarkan sebagai anomali pasar. Adapun lira Turki mencapai rekor terendah 7,24 terhadap USD ada pekan ini atau turun sebanyak 40 persen pada 2018.

Mengutip CNBC, Sabtu, 18 Agustus 2018, hal itu terjadi karena investor resah oleh pengaruh Presiden Turki Erdogan atas kebijakan moneter dan perselisihan sengit dengan Amerika Serikat. Dalam hal ini, Amerika Serikat telah menggandakan tarif terhadap Turki hanya karena pendetanya ditahan oleh Turki akibat tuduhan melakukan kudeta.

Menghadapi krisis mata uang yang paling parah di Turki sejak 2001 di bulan pertama dalam pekerjaannya, Albayrak memiliki tugas yang menakutkan untuk meyakinkan para investor bahwa ekonomi Turki bukan sandera bagi campur tangan politik. Turki terus memacu pertumbuhan ekonomi dan mengundang investor.

Albayrak, mantan eksekutif perusahaan dengan gelar doktor di bidang keuangan, mengatakan Turki tidak akan ragu untuk memberikan dukungan kepada sektor perbankan. "Bank-bank itu mampu mengelola volatilitas, dan tidak ada arus kas keluar dari deposito pada akhir-akhir ini," tuturnya.

Sebelum dia berbicara, lira Turki menguat lebih dari tiga persen, meskipun ada tanda-tanda bahwa keretakan dengan Amerika Serikat sangat luas. Lira mengabaikan komentar AS berkaitan penghapusan tarif baja di Turki. Lira memperoleh beberapa dukungan dari pengumuman tentang janji Qatar untuk menginvestasikan USD15 miliar di Turki.

Lira, masih turun 34 persen terhadap USD di tahun ini, menguat ke 5,77 pada 1100 GMT dari penutupan 5,95. Pasar Turki lainnya kurang bergairah dengan indeks saham utama merosot 1,4 persen dan imbal hasil obligasi 10 tahun naik menjadi 21,37 persen dari 21,02 persen.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id