Ilustrasi (Justin Tallis/AFP)
Ilustrasi (Justin Tallis/AFP)

Ekonomi Inggris Diperkirakan Tetap Lemah di 2019

Ekonomi brexit ekonomi inggris
11 Mei 2019 15:03
Brussels: Komisi Eropa mengatakan ekonomi Inggris melambat pada 2018 dan diperkirakan akan tetap lemah di 2019. Kondisi ini terjadi salah satunya disebabkan oleh ketidakpastian implementasi Brexit atau keputusan Inggris untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE).
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 11 Mei 2019, setelah melambat dari pertumbuhan 1,8 persen pada 2017 menjadi 1,4 persen pada 2018, Prakiraan Ekonomi Eropa, yang diterbitkan oleh badan eksekutif Uni Eropa, mengatakan pertumbuhan Inggris akan moderat menjadi 1,3 persen pada 2019 dan 2020.
 
Pada 2018, investasi bisnis turun selama empat kuartal berturut-turut. Bukti survei menunjukkan bahwa penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh dampak ketidakpastian atas hubungan perdagangan Inggris dengan UE. Tentu ketidakpastian ini harus segera dihilangkan demi kepentingan ekonomi Inggris.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara konsumsi swasta terus memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan Inggris pada 2018. Konsumsi swasta tumbuh pada laju paling lambat sejak 2012 karena dampak kepercayaan konsumen yang bertahan lemah.
 
Survei kepercayaan konsumen baru-baru ini menunjukkan bahwa niat menabung konsumen tinggi, mencerminkan kepercayaan konsumen secara keseluruhan yang lemah, menurut perkiraan tersebut. Terlepas dari itu semua, diharapkan pertumbuhan ekonomi Inggris bisa kembali naik di masa-masa mendatang.
 
Sebelumnya Pemerintah Inggris mengeluarkan laporan perkiraan ekonomi yang menunjukkan Inggris dapat melihat penurunan sebanyak 3,9 persen dalam Produk Domestik Bruto (PDB) selama 15 tahun mendatang. Kondisi itu bisa terjadi di bawah rencana Brexit atau keputusan keluar dari Uni Eropa oleh Perdana Menteri Theresa May.
 
Laporan sebanyak 83 halaman yang diproduksi bersama oleh berbagai departemen di seluruh Pemerintah Inggris termasuk Departemen Keuangan memodelkan beberapa hasil Brexit yang berbeda, dan membandingkannya dengan pertumbuhan PDB saat ini.
 
Pemerintah tidak memberikan secara rinci berapa besar biaya yang dikeluarkan dari jenis Brexit ini, tetapi media Inggris melaporkan para ahli memperkirakan kondisi itu akan memiliki efek debit tahunan sebesar 100 miliar pound (USD128,3 miliar) selama 15 tahun dari sekarang.
 
Dalam hasil terburuk, No Deal Brexit, yang akan terjadi jika Inggris dan Uni Eropa tidak mendukung kesepakatan yang dicapai antara May dan Uni Eropa, adalah PDB Inggris akan turun sebanyak 9,3 persen dalam waktu 15 tahun daripada jika Inggris tetap di Uni Eropa.
 
Beberapa hasil Brexit dimodelkan dalam laporan pemerintah. Laporan itu mengatakan di bawah kesepakatan gaya Kanada, Inggris akan 4,9 persen lebih buruk dari yang tersisa di Uni Eropa. Sementara hasil Brexit yang paling menguntungkan terlihat jika Inggris memiliki perdagangan yang sehat dan menjaga pergerakan orang secara bebas.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif