Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)
Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)

Fed: Investasi Bisnis di AS Melambat

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 13 Juli 2019 17:02
New York: Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan investasi bisnis di seluruh Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melambat karena ketidakpastian atas prospek ekonomi. Kondisi tersebut patut diwaspadai dan harus dicarikan jalan keluarnya secepat mungkin agar tidak memberikan dampak negatif yang luas terhadap perekonomian.
 
"Inflasi telah berjalan di bawah tujuan simetris dua persen Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dan arus lintas, seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global, telah membebani aktivitas ekonomi dan prospeknya," kata Powell, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 13 Juli 2019.
 
Dalam konteks ini, tambahnya, the Fed menegaskan kembali bank sentral AS akan bertindak sesuai prosedur untuk mempertahankan ekspansi ekonomi saat ini. Ia menambahkan perlambatan investasi bisnis juga dikarenakan prospek perekonomian yang tidak kunjung membaik dalam beberapa pekan terakhir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada risiko bahwa inflasi yang lemah akan lebih persisten daripada yang kita perkirakan saat ini. Banyak peserta FOMC melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak akomodatif telah menguat," kata Powell, yang semakin memperkuat posisi untuk menurunkan suku bunga AS.
 
"Sejak itu, berdasarkan data yang masuk dan perkembangan lainnya, tampak bahwa ketidakpastian seputar ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi global terus membebani prospek ekonomi AS," tambah Powell.
 
Tidak ditampik, AS dan Tiongkok telah terlibat dalam perang dagang selama lebih dari setahun. Akhir bulan lalu, kedua negara sepakat untuk memulai kembali negosiasi perdagangan dalam upaya untuk mengakhiri pertengkaran. Sementara itu, data dari luar negeri -terutama di Eropa- menunjukkan aktivitas ekonomi melemah.
 
Powell mencatat ekonomi berkinerja cukup baik pada paruh pertama 2019, dengan belanja konsumen meningkat di kuartal kedua setelah melemah pada kuartal pertama. Kesaksian Powell muncul setelah the Fed membuka pintu untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan moneter sebelumnya di Juni.
 
Pasar saham menyambut pernyataan bank sentral AS, dengan indeks saham mencapai level tertinggi sepanjang masa pekan lalu. Para investor juga menetapkan penilaian dalam probabilitas sebesar 100 persen dari penurunan suku bunga sebelum akhir Juli, menurut alat FedWatch CME Group.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif