Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones

Tiongkok Klaim Negosiasi Dagang dengan AS Alami Kemajuan

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 07 Desember 2019 17:02
Beijing: Tiongkok percaya jika Beijing dan Washington mencapai kata sepakat terkait perdagangan maka sewajarnya ada langkah untuk menghentikan beberapa tarif pada barang-barang tertentu. Namun sayangnya, ketidakpastian kembali menghantui kedua negara dan lagi-lagi hal tersebut memicu guncangan di pasar keuangan.
 
"Tiongkok percaya jika kedua belah pihak mencapai perjanjian fase-satu, tarif yang relevan harus diturunkan," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 Desember 2019.
 
Komentar itu menegaskan kembali posisi Beijing dalam beberapa minggu terakhir, karena kedua negara mengalami kemunduran mengenai pembahasan tarif yang merupakan bagian dari perjanjian fase-satu. Adapun Gao mencatat kedua delegasi perdagangan tetap berkomunikasi, tetapi mengungkapkan ada beberapa detail tambahan tentang negosiasi tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gao tidak memberikan tanggapan langsung ketika ditanya pandangan Tiongkok tentang tarif tambahan AS, yang ditetapkan mulai berlaku 15 Desember. Gao juga tidak memberikan rincian tentang daftar entitas yang terkena tarif. Terlepas dari itu, ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.
 
Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, dengan masing-masing negara menerapkan tarif barang miliaran dolar. Kedua belah pihak tampaknya hampir mencapai kesepakatan bertahap pada akhir tahun ini, tetapi sayangnya hal tersebut kembali tidak menentu.
 
Bahkan, Trump mengatakan, mungkin lebih baik menunggu sampai Pemilihan Presiden (Pilpres) AS selesai pada November 2020 untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Tentu pernyataan Trump ini sangat disayangkan karena ketidakpastian semakin menjadi-jadi.
 
"Kami tidak menetapkan batas waktu untuk mencapai kesepakatan atau tidak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying, menanggapi pernyataan Trump tersebut.
 
"Sikap kami selalu jelas, yaitu konsultasi harus didasarkan pada kesetaraan dan saling menghormati, dan bahwa hasilnya harus saling menguntungkan dan dapat diterima oleh kedua belah pihak. Kami berharap beberapa orang di AS akan sungguh-sungguh memperhatikan orang-orangnya," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif