Ilustrasi. FOTO: Alexander Klein/AFP
Ilustrasi. FOTO: Alexander Klein/AFP

OPEC dan Sekutu Sepakat Perdalam Pemangkasan Produksi Minyak

Ekonomi minyak mentah opec
Angga Bratadharma • 07 Desember 2019 18:31
Wina: Para menteri energi dari beberapa produsen minyak terbesar dunia sepakat memperdalam pengurangan produksi yakni dengan tambahan 500 ribu barel per hari hingga Maret 2020. Dalam hal ini, OPEC dan non-OPEC atau sering disebut OPEC+ menyekapati pemangkasan saat pertemuan dua tahunan di Wina, Austria.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 7 Desember 2019, kesepakatan baru, yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan banyak analis, akan membuat OPEC+ mengurangi total produksi minyak sebesar 1,7 juta barel per hari. Aliansi energi menyatakan pihaknya berencana untuk meninjau kebijakan tersebut di pertemuan luar biasa pada 5-6 Maret.
 
Harga minyak menguat tak lama setelah pengumuman OPEC+. Patokan internasional, minyak mentah Brent diperdagangkan pada USD64,70 barel per hari atau naik sekitar dua persen. Sementara West Texas Intermediate (WTI) AS berdiri di USD59,63 atau dua persen lebih tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan sukarela 400 ribu barel per hari. Ini berarti pemotongan total aliansi energi akan secara efektif mencapai 2,1 juta barel per hari. Adapun OPEC+ hanya dapat mencapai angka ini dengan catatan adanya kepatuhan yang terus ditingkatkan.
 
Pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, bersikukuh dengan negara-negara lain yang sebelumnya telah memproduksi berlebih -seperti Irak dan Nigeria- harus mematuhi kuota grup. Hal itu dianggap penting karena berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga minyak di pasaran.
 
Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kuota Moskow akan menjadi 300 ribu barel per hari selama tiga bulan pertama 2020. Pengukuran ini tidak termasuk gas kondensat -minyak mentah ringan bernilai tinggi yang diekstraksi sebagai produk sampingan dari produksi gas.
 
Di sisi lain, sliansi energi diminta untuk bertindak setelah harga minyak global anjlok pada pertengahan 2014 karena kelebihan pasokan, tetapi produsen serpih AS bukan bagian dari kesepakatan dan pasokan minyak serpih telah tumbuh secara eksponensial.
 
AS sekarang adalah produsen minyak terbesar di dunia yang mencapai 12,3 juta barel per hari pada 2019, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Angka itu naik dari 11 juta barel per hari pada 2018. Ini menghasilkan lebih banyak minyak daripada Arab Saudi dan Rusia sekarang, meskipun ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan produksi melambat di AS.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif