Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Naik 2%

Ekonomi minyak mentah
Antara • 20 Agustus 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia naik sekitar dua persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan terjadi setelah serangan akhir pekan di fasilitas minyak Saudi oleh pasukan Houthi Yaman, sehingga mengancam pasokan minyak mentah.
 
Mengutip Antara, Selasa, 20 Agustus 2019, minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan September, patokan internasional untuk harga minyak, naik USD1,10 atau 1,88 persen menjadi menetap di USD59,74 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, bertambah USD1,34 atau 2,44 persen menjadi USD56,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan para pedagang mencari tanda-tanda bahwa ekonomi utama akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perlambatan global.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tanda-tanda sedikit pelunakan perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, termasuk Washington memperpanjang penangguhan hukuman yang memungkinkan Huawei Technologies Tiongkok untuk membeli komponen dari perusahaan AS, juga membantu harga minyak.
 
Sebuah serangan pesawat tak berawak oleh kelompok Houthi di ladang minyak di Arab Saudi timur pada Sabtu 17 Agustus menyebabkan kebakaran di sebuah pabrik gas, menambah ketegangan Timur Tengah, tetapi perusahaan milik kerajaan, Saudi Aramco mengatakan produksi minyak tidak terpengaruh.
 
"Pasar minyak tampaknya menetapkan harga lagi sebagai premi risiko geopolitik menyusul serangan pesawat tak berawak akhir pekan ke Arab Saudi, tetapi premi mungkin tidak bertahan jika tidak mengakibatkan gangguan pasokan," kata Giovanni Staunovo, analis minyak untuk UBS.
 
Ketegangan terkait Iran tampaknya mereda setelah Gibraltar melepas sebuah kapal tanker Iran yang direbutnya pada Juli, dengan kapal berlayar ke Yunani, meskipun Teheran memperingatkan Amerika Serikat terhadap setiap upaya baru untuk merebut kapal tanker itu di laut lepas.
 
Reli dalam ekuitas dari meningkatnya harapan bahwa ekonomi global akan mengambil tindakan untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan juga membantu minyak, yang seringkali mengikuti harga saham.
 
"Kematian ekonomi global telah sangat dibesar-besarkan dan pasar mulai menyadari hal itu," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.
 
Pengumuman Tiongkok tentang reformasi suku bunga utama selama akhir pekan telah memicu ekspektasi pengurangan biaya pinjaman perusahaan dalam ekonomi yang sedang kesulitan itu, mendorong harga-harga saham menguat pada Senin 19 Agustus.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif