Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

2019, Perdagangan Tiongkok-Rusia Diprediksi Capai Rekor Tertinggi

Ekonomi ekonomi china tiongkok ekonomi rusia
Medcom • 14 Desember 2019 17:01
Beijing: Kementerian Perdagangan atau Ministry of Commerce (MOC) Tiongkok memperkirakan perdagangan antara Tiongkok dan Rusia bakal mencapai rekor tertinggi yakni di angka USD110 miliar pada tahun ini. Ada harapan agar kondisi ini bisa terus meningkat di masa-masa yang akan datang.
 
"Perdagangan antara kedua negara mencapai USD100,32 miliar pada periode Januari-November atau naik 3,1 persen dari periode yang sama tahun lalu," ungkap Juru Bicara MOC Gao Feng, dalan sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Gao menambahkan struktur perdagangan bilateral telah dioptimalkan. Dalam 10 bulan pertama tahun ini, lanjut Gao, impor produk pertanian Tiongkok dari Rusia naik sebanyak 12,4 persen YoY, sementara ekspor mobil ke Rusia naik sebanyak 66,4 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam periode Januari-Oktober, investasi langsung Tiongkok di Rusia naik 10,7 persen YoY," kata Gao.
 
Dengan 2018 dan 2019 ditetapkan sebagai tahun kerja sama dan pertukaran lokal Tiongkok-Rusia, Gao mengatakan, wilayah dan perusahaan lokal dari kedua negara telah melakukan kerja sama erat. Adapun kerja sama ini diharapkan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak baik sekarang ini maupun di masa mendatang.
 
"Karena Tiongkok dan Rusia telah menetapkan 2020 dan 2021 sebagai tahun inovasi ilmiah dan teknologi, kedua negara akan mengambil kesempatan ini untuk mempromosikan kerja sama pragmatis di berbagai bidang," kata Gao.
 
Di sisi lain, barometer ekonomi utama Tiongkok kemungkinan akan pulih pada paruh pertama 2020. Hal itu seperti disampaikan Kepala Ekonom Tiongkok Morgan Zhu Haibin menanggapi pesimisme pasar. Zhu mengatakan investasi manufaktur dan infrastruktur mungkin akan mulai mendorong perekonomian Tiongkok pada tahun depan.
 
Hal ini terkait tekanan ekonomi Tiongkok yang menurun pada 2019. Sektor manufaktur akan lebih banyak dikucuri investasi di tengah perkiraan pemulihan indeks harga produsen sehingga dapat meningkatkan laba bagi perusahaan-perusahaan di industri ini, kata Zhu.
 
"Laju pertumbuhan untuk investasi infrastruktur diperkirakan akan naik antara lima hingga enam persen tahun depan karena pemerintah bermaksud menerbitkan obligasi pemerintah daerah khusus untuk pembiayaan infrastruktur," pungkas Zhu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif