Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Emas Dunia Memudar Usai Dolar AS Menguat

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 14 Agustus 2019 07:31
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat dan ekuitas kembali bangkit. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD3,1 atau 0,2 persen menjadi USD1.514,10 per ons.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 14 Agustus 2019, ketika ekuitas naik, daya tarik untuk aset safe haven, seperti emas, akan berkurang. Sementara itu, indeks USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,37 persen menjadi 97,74 menjelang penyelesaian emas.
 
Jika dolar naik, itu akan menekan emas, yang menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 8,6 sen, atau 0,5 persen menjadi USD16,855 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD4 atau 0,46 persen menjadi USD859,70 per ons.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 372,54 poin atau 1,44 persen menjadi 26.279,91. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 42,57 poin atau 1,48 persen menjadi 2.926,32. Kemudian indeks Komposit Nasdaq meningkat 152,95 poin, atau 1,95 persen, menjadi 8.016,36.
 
Saham JD.com melonjak hampir 12,9 persen, setelah raksasa e-commerce Tiongkok melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh pertumbuhan penjualan yang kuat dalam e-commerce.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones terpantau memperpanjang kenaikan di sekitar penutupan pasar, dengan saham Apple menguat lebih dari 4,23 persen, memimpin kenaikan. Saham penggerak perdagangan yang banyak dilihat, Intel dan Cisco Systems masing-masing naik lebih dari 2,72 persen dan 2,29 persen, di antara yang berkinerja terbaik.
 
Saham semikonduktor, juga peka terhadap hubungan perdagangan AS-Tiongkok, melonjak di sekitar penutupan, dengan Indeks Semikonduktor Philadelphia naik 2,95 persen. Semua dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor teknologi informasi naik hampir 2,5 persen, memimpin kenaikan.
 
Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen AS naik 0,3 persen pada Juli berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,1 persen pada Juni, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan. Ada harapan agar indikator perekonomian AS bisa terus membaik guna menghindari potensi resesi yang diprediksi sejumlah lembaga riset.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif