Cristine Lagarde. Dok ; AFP.
Cristine Lagarde. Dok ; AFP.

Harapan Sri Mulyani untuk Calon Presiden Bank Sentral Eropa

Ekonomi bank central eropa
Eko Nordiansyah • 03 Juli 2019 14:58
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan harapannya untuk Cristine Lagarde yang dinominasikan sebagai Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB). Menurut dia, Lagarde akan menghadapi sesuatu yang menantang karena kondisi perekonomian di Eropa saat ini.
 
"Kawasan Eropa kan masih didalam situasi ekonomi yang cukup menantang. Jadi jabatan ini adalah jabatan yang sangat menantang untuk bisa meningkatkan kinerja dari perekonomian Eropa secara menyeluruh," kata Sri Mulyani ditemui di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Dirinya menambahkan banyak pekerjaan rumah yang tentunya harus diselesaikan Lagarde sebagai Presiden ECB. Sri Mulyani juga mengungkapkan harapannya bagi Lagarde untuk bisa sukses dalam mengemban jabatan barunya nanti.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena mereka juga perlu untuk terus memperbaiki dari sisi growth-nya, dari sisi kemampuan untuk bisa menjaga momentum sesudah terjadinya krisis 2008/2009. Jadi banyak yang harus dilakukan," jelas dia.
 
Lagarde telah memutuskan untuk mundur sementara waktu dari jabatan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Dirinya merasa terhormat telah dinominasikan sebagai Presiden ECB.
 
"Saya merasa terhormat telah dinominasikan untuk Kepresidenan Bank Sentral Eropa. Mengingat hal ini, dan berkonsultasi dengan Komite Etika Dewan Eksekutif IMF, saya telah memutuskan untuk sementara waktu melepaskan tanggung jawab saya sebagai Direktur Pelaksana IMF selama periode pencalonan," kata Lagarde dalam sebuah pernyataan.
 
Mengutip Antara, Rabu, 3 Juli 2019, Lagarde yang berkebangsaan Prancis akan menjadi wanita pertama yang memimpin ECB jika dia terpilih. Dia akan menggantikan Mario Draghi, yang masa jabatannya delapan tahun berakhir pada 31 Oktober.
 
Nominasi Lagarde adalah bagian dari perjanjian para pemimpin Uni Eropa (UE) tentang kepemimpinan masa depan lembaga-lembaga Uni Eropa, yang juga termasuk mengusulkan Ursula von der Leyen, menteri pertahanan wanita Jerman, untuk menjadi Presiden Komisi Eropa berikutnya.
 
"Christine Lagarde, dengan latar belakang internasionalnya dan berdiri sebagai Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional saat ini, akan menjadi Presiden Bank Sentral Eropa yang sempurna," kata Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dalam konferensi pers.
 
Pada 5 Juli 2011, Lagarde menjadi Direktur Pelaksana IMF ke-11, dan wanita pertama yang memegang posisi itu. Dia terpilih untuk masa jabatan lima tahun kedua sebagai Direktur Pelaksana IMF, yang dimulai pada 5 Juli 2016. Sebelum bergabung dengan IMF, Lagarde menjabat sebagai Menteri Keuangan Prancis dari 2007 hingga 2011.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif